Ini adalah keisenganku pada
hari minggu, , ku turut
Ayah ke kota. Naik delman istimewa ku duduk di muka. Di samping Pak Kusir yang
sedang bekerja. Mengendarai kuda supaya baik jalannya.
Sori malah jadi nyanyi. Ya intinya, ini hanyalah iseng saja. Mengisi waktu
bermalas-malasan pada hari minggu itu tidak selalu pergi ke kota sambil naik
delman bukan? Tapi juga bisa bermalasan-malasan dengan melakukan iseng.
Berhubung hari ini lagi banyak angin di luar, salah satu dari keisengan itu
yaitu dengan cara menulis memakai kata kunci "Cari Angin".
Keisenganku ini aku tujukan kepada yang terkutuk terhormat Atta Presley. Kenapa dia? Karena dia selalu bisa aku ajak iseng. Penyiar radio yang selalu ngotot kalau pas siaran pake suara perut. Sejauh mana
skill dia dalam merangkai kata-kata.
Akim Mahesa
Untuk apa kau mencari angin?
Kalau nyatanya kamu punya angin sendiri dari beberapa lubang yang ada di diri
kamu. Seperti lubang hidung, untuk bernafas. Lubang dubur, untuk kentut. Dan
lubang mulut, untuk apa saja. Salah satunya, untuk meniup. Dan dengan meniup,
kamu bisa mengumpulkan angin yang banyak. Jadi, tak perlu lah kau mencari
angin. Nanti kamu sakit gara-gara masuk angin.
Atta Presley
Aku memang punya banyak
lubang untuk mengeluarkan angin. Tapi aku butuh angin yang bisa nenangin. Kayak
cari angin di pantai, di sana aku bisa menghirup banyak angin lewat matahari
yang terbit dari ufuk barat sampai tenggelam di ufuk timur. Dari bawah tanah
maupun bawah celanamu. Dan di pantai aku juga bisa dapet angin dari kamu, iya
kamu. Coba kamu berangin dekat bibir aku, hembuskan, karna aku suka cari angin
sambil di anginin sama kamu.
Akim Mahesa
Kamu memang pandai cari
angin. Tapi ingat, kamu harus berhati-hati jika mencari angin di pantai.
Takutnya itu angin topan. Bukannya tenang, nanti kamu malah kehembus sama angin
yang kencang itu. Kamu menyebutkan bawah tanah dan bawah celanaku, justru dari
dalam itu, kamu tidak akan mendapatkan angin. Yang ada kamu sesak nafas. Kamu
bilang di pantai kamu bisa dapet angin dariku, ya betul, aku kadang memang
menjelma menjadi angin yang siap meng-angini-mu jauh-jauh dariku :D
Atta Presley
Justru angin topan itu yang
aku tunggu. Karna biar aku bisa berputar-putar dan bisa menari-nari di atas
angin bersamamu. Karna cari angin bukan cuma kalo naik motor terus ketampar
angin. Topan pun bisa lebih ngepret anginya. Dan lewat topan aku bisa lebih
banyak kena angin. Lebih lebih bisa buat ngeringin bibir aku yang habis di
anginin kamu.
Akim Mahesa
Bicara soal angin topan, aku
jadi keinget Topan teman SD ku yang paling idiot di kelas. Dia suka kentut
sembarangan, suka membaca tulis-tulisan yang ada dibungkusan gorengan. Padahal
dia nggak bisa baca. Tapi dia punya angin, ya angin. Angin kentut dari Topan.
Dia suka bikin pesawat-pesawatan dari kertas bungkusan gorengan itu, lalu dia
meniupkannya agar bisa terbang. Jadi, kamu tak perlu menunggu angin topan.
Nanti biar saja aku menyuruh Topan untuk datang ke rumahmu sambil membawa
angin. Kemudian menerbangkanmu oleh angin yang Topan punya.
Kalau ini dilanjutin, mungkin
dalam satu notes, bisa panjang banget. Nanti omongan dia semakin ngelantur dan
ngawur. Selalu menyelipkan kata-kata gombal yang bikin aku cepet tidur. Ada
episode yang kedua dengan kata kunci yang berbeda. Sekali lagi, ini atas nama
iseng. Tak usah kau tanya mau dibawa kemana setiap tulisan-tulisan yang ku
buat. Tulisanku, nggak akan aku bawa kemana-mana. Biar saja di blog ini tanpa
harus dibukukan. Walaupun sebenarnya pengen banget bikin buku. Naskah udah ada.
Aku kasih judul "Udahlah Jomblo Aja". Di dalamnya ya paling cuma ada
cerita kehidupan sehari-hari, kehidupan orang lain, kumpulan cerpen, dan juga
imajinasi. Ya intinya tentang kejombloan kebanyakan orang yang selalu
mengasihani diri sendiri lewat status-status yang mereka bikin di sosial
media. Tinggal dikirim aja ke penerbit.
Tapi nggak pede. Dengan gaya penulisanku yang biasa-biasa saja. Takut nggak ada
yang beli bukuku juga. Ya udah sih itu aja.
No comments:
Post a Comment