Tidak
semua teman dekat kita, atau orang lain, bisa mengapresiasi apa yang kita buat.
Ada yang apatis, ada yang enggan, pun ada juga yang rasis. Itu sebabnya
terkadang, seseorang itu harus punya karya dulu untuk bisa menghargai karya
orang lain, terutama karya fisik. Karya yang benar-benar nyata dan ada
wujudnya.
Karena
pada dasarnya memang saya tidak mau gratisan, maka dari itu saya membelinya,
sebagai bentuk apresiasi yang menurut saya lebih baik daripada harus
menerimanya secara gratis. Pun sebagai bentuk penghargaan dari saya, seorang
teman sesama band yang sama-sama ber-independent.
Dengan istilah lain: do it yourself!
Sebelum
saya sedikit me-review album Mom Is
Hero ini, saya akan mengutip salah satu lirik lagu dari Superman Is Dead yang
berjudul “Punk Hari Ini”. Yaitu lirik lagu yang berbunyi: “semua band meng-copy Blink”. Jika kau amati lebih jauh
lagi, di Indonesia banyak sekali band pop punk (khususnya yang Indie) yang meniru gaya bermusiknya
Blink 182. Dan lirik lagu dari Superman Is Dead itu, sepertinya masih berlaku
sampai sekarang, dan barangkali sampai nanti, sampai jauh di kemudian hari. Itu
membuktikan bahwa Blink 182 sangat berpengaruh sekali bagi skena pop punk yang
ada di mana saja, khususnya di Indonesia sendiri.
Ketika
saya mendengarkan album dari Mom Is Hero yang berjudul “Sweet MelowDick Punk”
ini, saya dapat merasakan di beberapa lagu mereka adalah seperti mengadopsi
dari musik Blink 182, yang dipadu-padankan dengan cara proses kreatif mereka
sendiri, dengan imajinasi yang mereka miliki. Sehingga pendengar tetap bisa
merasakan karakter mereka yang asli. Tetap bisa merasakan lagu-lagu mereka
dengan nafasnya mereka sendiri. Itulah kelebihan mereka yang berhasil membuat
saya jadi cukup mengagumi. Itu menurut saya pribadi.
Ketika
banyak band yang tidak bisa menjaga keharmonisan antar personil, mereka justru
menunjukan kesolidan mereka dengan mengeluarkan album yang mampu menggebrak
band-band lokal yang lain. Dan keberhasilannya adalah sebagai pemicu yang
mungkin akan mendominasi skena-skena pop punk yang ada di kota Tegal saat ini.
Ketika
saya mulai menemukan kebanalan dalam bermusik jauh sebelum mereka mengeluarkan
album, dan jauh setelah band saya merilis album, atau ketika saya mulai merasa
malas dan bosan sebagai pelaku musik, album mereka justru memberi saya semangat
dan seperti merasakan gairah bermusik saya yang hilang menjadi pulih kembali.
Ujung-ujungnya kangen nge-band lagi,
ujung-ujungnya kangen manggung lagi, dan ujung-ujungnya ingin bikin lagu lagi.
Ini disebabkan juga karena saya yang lebih difokuskan menulis buku. Juga karena
lebih difokuskan ingat sama Allah sampai lupa password akun instagramku, yang mengharuskan membikin lagi padahal
jarang saya urus. Saya memang lebih suka ingat sama Allah dibandingkan yang
lain. Sekarang, bukunya sudah terbit, dan saya tetap disibukan dengan novel
yang sedang saya kerjakan.
Album
perdana mereka adalah seperti obat pemicu, seperti pancingan untuk band-band
lokal yang lain supaya terus produktif dalam berkarya. Supaya semakin subur
dalam berproses kreatifnya. Juga seperti memberikan energi kepada band-band
lokal yang mempunyai sifat kesementaraan eksistensi untuk melahirkan karya dan
eksis lagi.
Setelah
saya pikir-pikir, saya memang tidak sanggup menjalani masa mudaku tanpa musik.
Setidaknya, ketika saya berhenti bermain musik, saya tetap akan
mendengarkannya. Friedrich Nietzche pernah bilang, bahwa hidup tanpa musik
adalah suatu kesalahan. Ya, saya rasa itu memang benar. Jika seseorang ingin
terbebas dari tekanan yang tak tertanggungkan, maka yang dia butuhkan adalah
ganja. Begitu juga saya, saya butuh musik, tapi bukan berarti musik itu saya
ibaratkan seperti ganja. Musik tetap seperti obat penyemangat yang selalu
tertanam dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan, mereka hebat, seperti bisa
menghipnotis saya, untuk mengakui bahwa mereka itu keren.
Mom Is
Hero dengan albumnya yang berjudul Sweet
MelowDick Punk ini, yang di dalamnya
terdapat 12 lagu yang menurut saya kesuluruhannya cukup ear catching, menyodorkan
semacam tema umum. Seperti kehidupan sehari-hari, bagaimana tingkah laku
mereka, dan pola pikir mereka yang kemudian mereka salurkan lewat musik yang
mereka buat. Lirik-lirik sederhana yang mereka lantunkan dengan indah dan lebih
banyak menekankan emosi, menghentak, dengan ciri khas yang memang melodic punk
banget. Juga tentang perasaan mereka masing-masing yang diungkapkan dengan
nada-nada lagu yang fun dan ceria. Suasana yang membuat saya seperti sedang
mendengar cerita yang sedang dituturkan oleh mereka melalui musik dengan asik.
Setidaknya
itu menurut saya ketika menikmati musik CD album Mom Is Hero “Sweet MelowDick
Punk” yang di dalamnya terdapat lagu-lagu seperti: Instropeksi, Pecundang, Realita Pejantan, Hingar Bingar, Story Of Punk,
Terinjak, Cerita Sekolah Lama, Barikadelapan, Muda Berbahaya, Hari Esok Milik
Kita, Beri Kami Satu Alasan Terbaik, dan When I Seventeen Years Old.
Emosional
mereka bertiga selama kurang lebih 6 tahun yang merasa menjadi seperti keluarga
yang sok disiplin tapi urakan, merasa sok sibuk tapi nggak jelas, merasa sok
serius tapi nggak bermutu, merasa sok pinter tapi bingungan, merasa sok tegas
tapi melankolis, dan yang terahir adalah: merasa sok keren tapi aneh. Dan
anehnya memang keren dan kreatif. Dari latar belakang kehidupan dan
pengalaman-pengalaman mereka itulah mereka ahirnya mengemas 12 lagu di album
perdana mereka dengan judul: “Sweet MelowDick Punk”. Yeah, Keep Rawk! Sukses
selalu dan tetap tanamkan ideologi indie dalam diri! Dan, tetap melangkahlah
dengan cara undrerground.
Akim Mahesa
Tegal,
13 April 2016
No comments:
Post a Comment