Followers

Thursday, 2 June 2016

Menunggu Kuntilanak dan Pocong Ciuman

                                                                Gambar dapat nyomot dari google

Aku sedang ada di bawah langit yang gelap. Tanpa bintang, tanpa bulan, tanpa kamu. Juga di atas bumi yang berputar dan bulat. Aku merasa seperti sedang bermain sirkus di atasnya. Tapi nyatanya tidak, aku hanya diam dan duduk tak bergerak. Di hadapanku ada pohon pisang, pohon mangga, pohon pepaya dan tali jemuran. Ini malam jumat. Ya, betul, aku sedang ada di kebun belakang rumah untuk menantang nyamuk. Juga sambil menunggu rintihanmu yang fales. Hai, nona, kemanakah kamu malam ini? Biasanya kamu ada diantara pohon-pohon itu dengan memakai baju putih yang kotor dan kusut. Juga temanmu itu yang suka loncat-loncat, kemanakah dia? Apakah kalian berdua sedang berkencan di tempat lain? Apakah kalian berdua sudah resmi pacaran? Kalau iya, kenapa kalian tidak mengabariku? Oh, sungguh, malam ini, aku ingin melihat kalian berciuman!

1 comment:

  1. Aroma staccato rasa pidi baiq. Setidaknya menulis itu adalah memunguti letupan" iseng imajinasi

    Salam blogwalking ��
    https://klosetide.wordpress.com/

    ReplyDelete