Followers

Saturday, 19 September 2015

Episode #2 "Cari Masalah"


Jika saya boleh memungkinkan, yang mungkin saja ini adalah sok tau atau memang tau. Ah pokoknya ini hanyalah sok tau yang mengatas-namakan mungkin. Hasil dari mengamati dan pengalaman pribadi. Mungkin, ya mungkin saja. Apa sih yang nggak mungkin? Bukankah di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin?

Biar saya nggak dibilang sok tau, maka dari itu, ini mungkin saja. Atau memang benar. Ah entahlah. Hampir semua orang yang ada disini itu tergambarkan sebagai seorang yang gampang banget ngambek, tersinggung, melebih-lebihkan, sensi, dan lebih parahnya lagi suka ngomongin temen. Jelek-jelekin temen sendiri ke banyak orang. Bener nggak? Kalau bener berarti nggak salah kan? Kalau nggak salah berarti bener? Iya bener? Apa salah? Apa salah dan bener?

Biar apa sih jelek-jelekin temen sendiri?   Kenapa ngotot banget seakan-akan mengklaim diri kalian sendiri paling baik dan benar? Justru kalian akan terlihat lebih buruk jika memburukan orang lain. Ya meskipun orang itu buruk, tapi tak perlu lah kalian membeberkan keburukan orang itu ke banyak orang. Kasihan. Nggak baik juga. Itu namanya menyebarkan aib. Dan itu dosa. Baiknya itu lihat diri kalian sendiri saja sudah baik apa belum.

Kenapa sih harus jadi orang yang gampang banget tersinggung dan marah? Kenapa sih harus jadi orang yang susah banget untuk sabar? Ketika di jalanan macet, kalian membunyikan tlakson motor atau mobil dengan sangat keras dan begitu angkuhnya kepada kendaraan lain yang ada di depan kalian. Seakan-akan itu jalan punya bapakmu. Dan mereka semua harus minggir. Ketika pesen minuman nggak dateng-dateng, kalian marah-marah dan nyalahin pelayan pake segala bilang pelayannya klemar-klemer, nggak sagseg. Coba lihat di sekeliling, yang pesen minuman bukan kalian doang! Tapi banyak! Ah kalau masalah itu sepertinya saya sendiri. Udahlah..katanya mau hidup damai? Nggak usah cari masalah gitu lah.

Jika benar itu tidak ada, maka kita diam saja. Jika salah itu tidak ada, maka kita juga diam saja. Kita berbicara ketika benar dan salah itu ada. Harusnya kita bisa bicara selain itu. Atau jika kita ingin bicara, bicara saja tak perlu ada alasan. Anggaplah kita ini adalah dua orang berbeda, tanpa salah dan benar. Maka dari itu, saya nurutin teman saya untuk cari masalah. "Cari Masalah" dalam merangkai kata-kata. Ini adalah episode kedua. Yang dimana episode kedua itu adalah lanjutan dari episode pertama. Ini hanya permainan kata-kata saja yang kita rangkai. Jangan dianggap serius.

Akim Mahesa
Emang masalah yang seperti apa lagi sih yang pengen kamu cari? Bukannya hidup ini memang sudah penuh dengan masalah?     Masalah hati, masalah perasaan, masalah ekonomi, dan masalah-masalah lainnya lagi yang memang bermasalah.

Atta Presley
Aku tau hidup ini memang sudah kebanyakan masalah. Makanya biar ga stres aku suka cari masalah. Ya kaya ngerjain orang, jailin orang, buat sebel orang atau ngungkit masahlalu orang yang ditinggal sama mantanya karena udah dapet yang lebih bisa mendesah. Jadi dari masalah-masalah yang ada biar ga semakin bermasalah, marilah kita cari masalah.

Akim Mahesa
Seharusnya, carilah masalah yang bisa nyelesain masalah-masalahmu yang sangat bermasalah. Kalau ada. Sayangnya nggak ada. Yang ada, justru masalahmu jelas akan semakin banyak jika terus mencari masalah. Untuk soal mendesah, sepertinya dijaman posmedern ini sudah banyak banget yang pinter ah ah ah (baca saja: kelon). 

Atta Presley
Aku ga yakin kalo masalah-masalahku akan terselesaikan. karna pasti nanti aku akan mendapatkan masalah yang baru lagi. Dan ini masalahnya aku lagi pengen cari masalah. Karna biar pikiranku ga terlalu fokus hanya pada masalah. Jadi cari masalah dengan orang yang bisa mendesah itu luar biasah.

Akim Mahesa
Selesaikan dulu masalah-masalah yang  belum terselesaikan, jika itu memang belum selesai. Karena, ya itu benar kata kamu. Masalah baru kadang akan selalu datang. Mungkin akan ada orang yang menunggumu di depan dan memberimu masalah lagi, lagi, dan lagi. Jadi, tak perlu lah kamu mencari masalah. Masalah dateng sendiri. Nggak perlu dicari. Tapi tenang, akan ada orang juga yang siap menyambutmu ketika kamu sudah selesai dengan masalahlumu. Ya itu sih mungkin. Soal mendesah, mending kita buang saja. Takut jadi tambah parah ketika kebanyakan mendesah.

Atta Presley
Masah lalu ku yang rata-rata kebanyakan terlau kesuram-suraman. Sebenarnya sudah berlalu tapi masih terlintas di pikiranku. Ketika dulu aku pura-pura buta, ngemis di tetangga, aku di siram dan di maki-makinya. Dan ketika aku di sekolah, pura-pura kemasukan jin Uks. Aku pun di siram dan di maki pak jati tukang sapu sekaligus penggembala sapi. Itu contoh kecil saja aku suka cari masalah. Yang bener-bener bermasalah dan akhirnya aku di cap sebagai orang yg suka cari masalah. Tapi masalahnya aku suka. Jadi gimana dong? Masalah?.

Akim Mahesa

Mau masahlalu kamu kesuram-suraman kek, mau kamu dulu pernah ngemis di tetangga kek, pake acara buta segala kek, mau kamu disiram dan di maki-maki kek, mau kamu kemasukan jin Uks kek, jin iprit kek, apa jin Tomang kek, dan yang terahir, mau kamu dicap sebagai orang yang suka cari masalah kek, aku nggak peduli. Tentu saja nggak masalah. Itu masalahmu. Bukan masalahku. Loh kok aku jadi marah-marah ya? Hehe maap. Tapi tenang aja, atas nama cari masalah, aku siap menjadi jari tengahmu. Yang kamu pakai untuk maki musuh-musuhmu. Selesai! 

No comments:

Post a Comment