Saya merasa pencapaian artistik bermusiknya saya dapat bersama 3 Handsome Man, setelah semua fase bermusik bersama Soempit Punkshit dan Sempak Basah sudah saya lewati.
Saya nggak tahu akan sampai kapan 3 Handsome Man kuat bertahan. Tapi yang jelas suatu saat kita akan berada di fase dimana kita merasa bosan, malas, dan mungkin berfikir berhenti untuk bermusik.
Kenapa akhirnya punya fikiran berhenti bermusik?
Mungkin karena musik terlalu bising dengan riuh penonton yang bertepuk tangan, atau cahaya lampu panggung yang terlalu menyilaukan mata. Mungkin musiknya, mungkin industrinya, atau mungkin kehidupan dibalik panggungnya. Mungkin. Semuanya masih sebatas mungkin dan mengira saja.
Berbicara tentang salah satu diantara kita bertiga yang mungkin suatu saat akan hengkang dari 3Handsome Man. Saya, Handy ataupun Agung. Kita bertiga sama-sama saling melengkapi satu sama lain. Saya sedang membayangkan bagaimana jika 3HM tanpa Handy ?
bagaimana jika 3HM tanpa Agung ?
Dan bagaimana jika 3HM tanpa saya ?
Jika 3HM tanpa handy saya rasa sangat susah membangun kembali fondasi bersama orang lain jika memang harus cari pengganti, fondasi yang sudah lama saya bangun bersama Handy untuk bermusik selama kurang lebih 9 tahun.
Mencari penggantinya tidaklah mudah, dan akan menyulitkan untuk saya dan Agung. Secara skill bermusik mungkin akan mudah mencari penggantinya, tapi secara esensi tidak akan pernah ada.
Jika 3HM tanpa Agung mungkin saja akan sangat mudah mencari penggantinya. Tapi secara passion (passion ya bukan fashion) belum tentu bisa seperti dia.
Jika 3HM tanpa saya ? Wah jangan tanya lagi. Bakalan bubar sebubar-bubarnya band yang bubar. Karena saya adalah sang Frontman dan Songwriter dari 3HM (hehe sombong). Saya bertindak sebagai Gitaris dan vokal. Ya Walaupun ilmu gitarnya dari dulu sampai sekarang masih cetek tapi ya cuek aja yang penting ‘passion’ nya ada.
Maka ketika kita akan kehilangan salah satu diantara kita sudah tidak bisa dikatakan 3 Handsome Man lagi. Tapi Bagaimanapun juga kita masih berjalan, berjalan, dan terus berjalan. Sampai pada ahirnya kita menemukan jalan untuk berhenti.
No comments:
Post a Comment