Followers

Monday, 4 May 2015

Bebas Memilih Jodoh

Nama saya Lutnul Khakim Mahesa. Biasa dipanggil Esa sama anak-anak Balkot. Biasa dipanggil Lutnul sama temen-temen pesantren dulu pas saya masih mondok. Kaget kan? Nggak percaya kan? Kalau dulu saya pernah mondok disebuah pesantren yang tidak banyak orang tahu, bukan tempe, bukan gembus, bukan kempong, dan bukan bongkrek juga.
Dan biasa dipanggil Akim sama orang-orang rumah. Terserah mau manggil saya siapa, bebas yang penting sopan dan enak didenger.

Bicara tentang jodoh dan cinta. Kata orang-orang jodoh itu di tangan tuhan. Jadi kemungkinan saya belum berani mengambil jodoh saya sebelum waktunya, sebelum tuhan memberikan jodoh itu kepada saya.

Apa sih itu cinta? Cinta itu apa? Dan apa cinta itu? Cinta itu cuma bikin sedih, kecewa, lalu patah hati. Cinta itu membuat orang saling menyakiti. Apa gunanya cinta? Bukannya cinta itu indah? Tapi indahnya dimana? Indahnya hanya sesaat saja, lalu selebihnya menyakitkan.
Dan kisah cinta saya pun selalu gagal.

Sebuah pengumpamaan bagaimana jika jodoh saya itu ditangan kedua teman saya? kedua teman yang kakak ber-adik. Yang dimana kakak ber-adik itu adalah teman saya. Dan si cewek itu berada di tengah-tengah kedua teman saya itu. Dia adiknya teman saya, dan dia juga kakaknya teman saya. Saya berada di posisi yang susah. Saya nggak enak sama kedua teman saya itu. Mereka berdua tahu keburukannya saya tuh dimana. Saya hanya seorang pecundang!
Dan saya juga bukan pria yang baik.
Apakah mungkin bisa mendapatkannya dengan mudah? Dan apakah saya pantas? Lalu bagaimana untuk mendapatkanya?
Kemungkinan besar mereka berdua akan bersikap beda sama saya.

Sebuah pengumpamaan lagi, bagaimana jika jodoh itu ditangan TNI? apakah mungkin bisa mendapatkannya dengan mudah tanpa sebuah tantangan? para prajurit itu umumnya tegas, keras dan disipilin, jika sudah seperti itu jika kemungkinan jodoh saya ditangan TNI bagaimana untuk mendapatkanya? Sebelum mengambil, kemungkinan besar saya akan mendapatkan ospek yang cukup keras dan penuh dengan tantangan fisik, tentu tak semudah membalikkan emping dan kripik kan? apalagi jika sosok yang memegang jodoh saya itu berbadan kekar dan kuat, kalau badanya krempeng sih enak-enak aja apalagi sudah krempeng penyakitan lagi tentu sangat mudah. Seberapa kuat saya dan seberapa hebat saya tentu harus berpikir keras untuk mendapatkan sesuatu yang berada pada wilayah rawan, jodoh ditangan TNI itu hanya sebuah ilustrasi saja untuk menilai seberapa besar nyali yang saya miliki.

Banyak orang yang sering ganta-ganti pasangan dalam waktu yang relatife singkat. Secara nalar kalau banyak yang berganti pasangan itu artinya setiap manusia bebas memilih jodohnya masing-masing, kalau kenyataanya seperti itu jadi sebenarnya jodoh itu kita sendiri yang menentukkan atau memang tuhan telah menentukan jodoh setiap masing-masing orang.

No comments:

Post a Comment