Followers

Monday, 25 May 2015

Kita Berjumpa Lagi Man


Buat saya nulis itu satu-satunya yang masuk akal dan bisa saya lakukan buat ngisi waktu dan numpahin pemikiran. Saya suka bercerita, saya suka tertawa, saya ingin membagi semua hal yang saya bisa ceritakan kepada banyak orang, atau cukup satu orang saja. Menulis mungkin sudah menjadi kebiasaan untuk saya pribadi. Selalu ada hal yang ingin dituliskan dan diceritakan, untuk kemudian dibagi kepada banyak orang yang membacanya. Setiap harinya selalu ada hal yang menyesaki kepala untuk dituliskan. Hasil pemikiran, perasaan, dan daya hayal, yang jika tidak keberatan boleh saya asumsikan menjadi sebuah bentuk karya.

Atas nama malam selasa dan besoknya hari rabu dan besoknya lagi hari kamis besoknya lagi hari jumat yang katanya serem dan banyak setannya dan nggak bisa tidur dan dannya kebanyakan. ya sudah nulis saja. Saya nggak takut sama setan. Takutnya sama tuhan. Hari sabtu dan minggu nggak disebutin? Nanti deh gampang. 

Dimulainya tulisan ini adalah ketika seorang teman SD yang sekarang sepertinya sudah sukses, sudah hidup bahagia bersama keluarga kecilnya, dan menjadi bos. Sempat kecewa juga ketika dia nikah nggak undang-undang saya. Dia bbm saya meminta untuk menulis tentang jaman ketika saya masih SD. Jaman dimana saya itu seorang yang cupu, bloon, wagu jigu, pendiam, pemalu, dan cengeng. Bentar bentar, wagu jigu itu apa ya? Wagu jigu itu adalah sebuah kata untuk mengungkapkan kepada orang yang jelek dan nggak ada keren-kerennya sama sekali. Mungkin seperti itu. Ya begitulah saya dulu. Sama sekali nggak menarik, tapi cukup ganteng. Kata ibu saya dirumah. 

Obrolan singkat saya dengan bos Nanda Agung Kurniawan di bbm yang membuat saya tertawa akan candaan-candaan yang ringan. Mungkin akan menjadi menarik untuk dibahas. Ketika menengok kembali masa-masa SD saya dulu, tentu tidak bisa begitu saja dilupakan.


Selama 6 tahun saya duduk di bangku sekolah dasar. Selama 6 tahun pula saya satu kelas dengan Nanda Agung Kurniawan. Saya cukup apal dengan karakter sifat dia. Mulai dari dia yang suka ngupil lalu upilnya dijilatin sendiri, katanya rasanya asin tapi enak dan sedep. Lalu dia yang usil, nakal, sok paling ganteng juga di kelas. Sempet digosipin juga dia suka sama pacar saya yang kebetulan adik kelas. Wah sialan memang kau ndra wkwk tapi nggak tau juga ding bener apa nggak. Tapi kayanya iya deh. Eh nggak tau deh, lupa.

Selama 12 tahun kita nggak pernah ketemu lagi. Pas lulus SD saya langsung pergi mondok di sebuah pesantren yang tidak terlalu terkenal. Hanya 2 tahun saja saya mondok. Berharap bisa menjadi ustadz. Tapi ternyata nggak bisa. Menjadi ustadz nggak segampang itu. Minimal saya bisa baca al-qura'an dan shalat. Lalu saya juga pindah rumah, rumah yang mungkin sama seperti rumah saya yang dulu, selalu berantakan. Tempat dimana saya selalu berpendapat saya ini yang terhebat. Tempat dimana saya membeberkan kesombongan saya di masa muda yang indah. Tempat dimana saya seharian main musik terus menerus, sampai saya ngerasa band saya yang paling bagus sedunia, dan band charly yang paling jelek.

Tuhan telah mempertemukan kita kembali sepertinya. Hari minggu tanggal 19 april 2015 kita ngobrol di depan Heroes Store, basa basi nanya-nanya rumahnya dimana, istrinya namanya siapa. Kaget pas saya sadar kalau ternyata orang yang sedang ngobrol sama saya adalah teman SD saya dulu. Heroes Store adalah sebuah distro yang masih dibilang baru yang ada di sekitaran alun-alun kota Tegal. Sebuah Distro yang awal pertama muncul langsung bikin gebrakan yang membuat semua orang penasaran. Yang ternyata pemiliknya adalah teman saya waktu SD.

Udah ah segitu aja. Nggak bisa mikir lagi soalnya. Sekian dan terima kasih. Nanti kita foto bareng ya bos Nanda Agung Kurniawan. Nanti tak ajarin maen skate, biar bisa terbang. 

Oya ngomong-ngomong itu si Irma kok putihan ya sekarang. Dulu item hehe  



No comments:

Post a Comment