Kenapa ya harus risau, padahal sehat untuk sakit, padahal gelap untuk terang, padahal tangis untuk tawa, padahal hidup untuk mati, padahal hujan untuk reda, padahal kita pacaran untuk putus, putus cinta pun kadang untuk balikan lagi disuatu hari jikalau sama-sama masih sayang. Seperti Iffa dan Dodi mungkin. Mereka berdua balikan lagi atas nama masih sayang dan nyaman. Dan mereka pun sepertinya merasakan kembali kasmaran ketika awal pertama mereka jadian dulu. Semoga kalian jodoh.
Dan kalau memang jodoh, berarti sampai nikah. Dan kalau pun sampai nikah, semoga klian tua dan jelek bersama. Sama-sama saling melihat kulit keriputnya masing-masing. Betapa jeleknya kalian berdua ketika tua nanti. Dan semoga cintanya tetap utuh. Entahlah, ah cinta. Apa sih cinta? Nulisnya aja udah geli sendiri.
Sebuah kalimat ‘aku sayang kamu selamanya’, yang beberapa bulan berikutnya saja sudah diingkari dengan menyerah pada suatu hubungan dan keadaan, yang tergoda begitu saja dengan vagina/penis yang lebih bagus dan menarik. Tapi sayangnya cinta bukan hanya tentang vagina/penis. Tentang harus saling mengerti, saling memahami, saling menghargai, saling menerima apa adanya kita. Maaf jika saya harus menyebut alat kelamin yang mungkin tidak sopan untuk dibaca. Tapi ya memang itu, ketika sebuah rasa nafsu birahi selalu ikut terlibat dalam pacar berpacaran. Tapi mudah-mudahan jangan berlebihan. Dan tergantung orang yang berpacaranNya saja. Namun ya Suka-suka saya saja yang menulis. Atau anda saja yang mau menulis? Nanti gantian saya yang baca.
Kadang saya pengen kerja di sebuah kantor/perusahaan yang besar dengan harapan gaji yang besar pula sehingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan saya rekaman dengan gitar yang bagus, mic yang bagus, dan sofware komputer yang bagus untuk menunjang agar musik yang saya buat bisa lebih maksimal dan bagus menutupi busuknya suara saya yang bernyanyi pas-pasan ini.
Baiklah tulisan ini hanya tulisan ngalor ngidul dan nggak jelas, ambil baiknya saja, yang nggak baik jangan diambil. Sepertinya saya juga ingin buang air. Air besar atau kecil kiranya tak perlu dibahas, cukup saya dan toilet rumah saya yang tau. Apapun itu silahkan ditanggapi dengan hati yang hangat, sehangat teh yang saya sruput ini yang sayangnya harus segera saya habiskan karena keterdesakan akan panggilan pintu toilet yang melambai-lambai ingin segera diakrabi oleh saya.
Terima kasih sudah baca.
No comments:
Post a Comment