Followers

Wednesday, 20 May 2015

Skateboard & Guitars



Dalam salah satu lagu Efek Rumah Kaca ada sebuah lagu yang berjudul Jatuh Cinta Itu Biasa Saja. Lagu yang bercerita tentang cinta dari sudut pandang yang lebih sederhana, tanpa menjadikan cinta itu sendiri suatu picisan yang berlebihan. Maka jika jatuh cinta itu biasa saja, harusnya putus cinta juga bisa biasa saja dong? Tapi nyatanya untuk membuatnya jadi biasa mungkin tidak mudah, dan harus ada faktor yang mendukung untuk bisa menjadikan itu biasa saja.

Apa itu cinta? Cinta itu apa? Untuk apa itu cinta? cinta itu bagi saya tahayul, banyak yang bilang cinta itu indah, tapi menurut pandangan saya cinta itu bikin nangis. (tapi jika nangis itu untuk cewek ya, kalau cowok sih strong tapi kadang nangis juga sih jika benar-benar tulus sayang banget lalu ditinggalin) 

Bukan karena saya nggak punya rasa sayang, rasa sayang saya labih kepada skateboard dan gitar mungkin. Dimana skateboard dan gitar itu selalu bisa bikin saya bahagia. 

Meluncur, jatoh, bangkit lagi, lalu jatoh lagi, kotor, sakit, bengkak, bahkan sampai berdarah, tapi saya tetap senyum, selalu ada canda dan tawa,  keringat, puas, bahagia selalu muncul bersamaan tanpa selisih waktu. Skate is fun man! Itu yang dirasain saya dan teman2 saya.

Setiap hari, saya selalu nyanyi. Nyanyi apa saja yang saya suka. Entah itu lagi dijalan dalam mengendarai motor, maen skate, sendirian di kamar, atau bahkan sedang berak pun saya selalu nyanyi. Seolah olah hidup itu hanya untuk bernyanyi. Saya pernah mendengar keponakan saya nyanyi "Balonku" dengan pembawaan lagu yang ringan dengan pelafalan lirik yang mudah dinyanyikan.  Lagu Balonku adalah merupakan lagu wajib yang selalu dinyanyikan oleh hampir seluruh siswa/siswi taman kanak-kanak dimanapun di Indonesia. Rasanya tidak mungkin jika ada anak Indonesia yang tidak hafal lagu itu.

Tentang putus cinta yang seharusnya juga bisa biasa saja. Lagu itu mengandung arti yang besar bagi siapapun yang sedang patah hati karena putus cinta. Lagu itu mengajarkan kita pendengarnya untuk menjaga apa yang kita punya, dan tidak menangisi apa yang sudah pergi, dengan penegasan pada lirik, balonku tinggal empat, kupegang erat-erat.

Dari lima balon yang si anak punya toh yang meletus cuma satu. Lepas dari keunikan lirik meletus balon hijau, yang padahal warna hijau tidak disebutkan di kelima balon yang berwarna merah, kuning, kelabu, merah muda, dan biru. Lepas dari itu, lagu balonku mengajarkan jika ketika dalam genggaman masih ada empat balon yang kita punya, lalu mengapa harus menangisi satu balon yang sudah pergi? Empat balon itu bisa saja penggambaran dari keluarga, teman dekat, atau siapapun, yang sebaiknya kita tidak menutup mata karena terbutakan oleh satu balon yang sudah pergi.

Skateboard dan gitar tidak akan pernah bisa meninggalkan saya. Tapi suatu saat saya yang akan meninggalkan 2 benda itu. I want to stay with a skateboard and guitar for good. Namun, saya tetap ingin bersama skateboard dan gitar untuk selamanya. Karena diantara 2 benda itu selalu ada cinta, bukan cinta yang bikin nangis, tapi cinta yang selalu bisa bikin saya lebih hidup dan fun. 


No comments:

Post a Comment