Followers

Tuesday, 16 June 2015

Hargai Pergerakan DIY Dari Sebuah Band Lokal Dalam Membuat Rilisan Fisik


Entah apa yang membuat saya suka banget sama nulis. Nulis apa saja yang pengen saya tulis. Mulai dari kehidupan sehari hari, percintaan ala remaja, tentang orang yang gak saya kenal dan bahkan tentang musik. Mungkin karena sering banget saya membaca dari blog ke blog, webzine dll. Apa saja yang pengen saya baca ya saya baca. Saya bukan penulis handal, saya hanya orang yang hoby nulis, bercerita apa saja lewat tulisan yang saya buat, numpahin pemikiran yang ada dikepala, hanya untuk kenangan dan dokumentasi saja. Saya masih belajar dalam hal tulis menulis. Memakai bahasa dan gaya tulisan yang saya bisa. Mencari referensi sebanyak mungkin, terus belajar dan belajar agar tulisan saya bisa bagus dan enak/menarik untuk dibaca. 

Tau arti DIY (do it yourself) kan? Sebuah penggambaran tentang proses kreatif independen dengan cara memproduksi musik, mengemasnya dan mendistribusikannya sendiri. Saya bingung dan merasa heran sekaligus merasa aneh dengan orang-orang yang ngaku pecinta musik indie atau underground tapi mereka tidak pernah mau atau enggan untuk membeli rilisan fisik berbentuk cd dari band band lokal yang ada di kota sendiri. Mereka lebih memilih untuk mendownload, dan menanti ketika sebuah lagu sudah diupload entah itu di reverbnation, soundcloud, myspace, dll. Mungkin mereka baru akan sadar, mengerti, dan mengharuskan akan betapa pentingnya membeli rilisan fisik ketika mereka punya band dan bikin album, lalu nggak ada yang mengapresiasi sama sekali dengan cara membeli albumnya. Karena menurut saya membeli rilisan fisik itu sangat penting. Kalau emang suka dan support sama band nya. Dan dengan cara kalian membeli albumnya juga itu bisa sangat membantu band itu sendiri yang sudah kerja keras dan susah payah untuk membuat sebuah album dengan pergerakan DIY nya. Toh kalian juga nggak akan rugi kok dan nggak ada salahnya juga jika kalian membeli sebuah album dari band lokal yang memang kalian suka. Kisaran harga album band lokal juga sebenernya nggak terlalu mahal hanya sekitar Rp. 20.000-Rp.50.000. Ya mungkin ada beberapa album yang memasang banderol lebih tinggi dari
nilai maksimal di atas, tapi itu pun sebanding dengan apa yang mereka tawarkan di albumnya. Dan
percayalah, ada sebuah kebanggaan tersendiri jika kalian mempunyai sebuah album original dari band
yang memang kalian suka. Dan bisa dijadikan untuk sebuah koleksi juga. Nggak usah gengsi untuk membeli rilisan fisik dari sebuah band lokal (khususnya di kota sendiri).

Ketika kita membeli sebuah cd dari salah satu band yang mungkin kita suka, kita bisa melihat cover albumnya, kita bisa membaca ucapan terima kasih dari setiap para personilnya, kita bisa mendapat informasi tentang sebuah band dari cover albumnya, kita bisa membaca isi lirik dari setiap lagu lagunya, kita juga bisa membaca ucapan terima kasih mereka kepada sederetan nama nama band. Karena dari deretan nama nama band tersebut terkadang kita menemukan beberapa nama band yang tidak kita tahu sebelumnya. Bisa dikatakan bagian ini memberikan semacam rekomendasi band untuk didengarkan, meskipun rekomendasi tersebut tidak menjamin akan sesuai dengan selera. Tapi menambah referensi tidak pernah menjadi buruk bukan?
Sebuah band itu penting membuat rilisan fisik. Bahwa band itu memang pantas dan layak untuk diakui. Paling enggak diakui di kota sendiri. Bahwa apa yang dikerjakan juga menghasilkan meskipun jika dihitung, butuh jauh lebih banyak dari apa yang bisa kita kerjakan untuk mengganti waktu dan uang yang dihabiskan untuk rekaman.


 NB : Tulisan ini saya buat sejak rilisnya sebuah CD album dari band saya "3 Handsome Man" yang bertajuk "Let's Be Friends". Namun baru saya selesaikan dan saya share. Terima kasih sudah membaca

No comments:

Post a Comment