Entah apa yang membuat saya
suka banget sama nulis. Nulis apa saja yang pengen saya tulis. Mulai dari
kehidupan sehari hari, percintaan ala remaja, tentang orang yang gak saya kenal
dan bahkan tentang musik. Mungkin karena sering banget saya membaca dari blog
ke blog, webzine dll. Apa saja yang pengen saya baca ya saya baca. Saya bukan
penulis handal, saya hanya orang yang hoby nulis, bercerita apa saja lewat
tulisan yang saya buat, numpahin pemikiran yang ada dikepala, hanya untuk
kenangan dan dokumentasi saja. Saya masih belajar dalam hal tulis menulis.
Memakai bahasa dan gaya tulisan yang saya bisa. Mencari referensi sebanyak
mungkin, terus belajar dan belajar agar tulisan saya bisa bagus dan
enak/menarik untuk dibaca.
Tau arti DIY (do it yourself)
kan? Sebuah penggambaran tentang proses kreatif independen dengan cara
memproduksi musik, mengemasnya dan mendistribusikannya sendiri. Saya bingung
dan merasa heran sekaligus merasa aneh dengan orang-orang yang ngaku pecinta
musik indie atau underground tapi mereka tidak pernah mau atau enggan untuk
membeli rilisan fisik berbentuk cd dari band band lokal yang ada di kota
sendiri. Mereka lebih memilih untuk mendownload, dan menanti ketika sebuah lagu
sudah diupload entah itu di reverbnation, soundcloud, myspace, dll. Mungkin
mereka baru akan sadar, mengerti, dan mengharuskan akan betapa pentingnya
membeli rilisan fisik ketika mereka punya band dan bikin album, lalu nggak ada
yang mengapresiasi sama sekali dengan cara membeli albumnya. Karena menurut
saya membeli rilisan fisik itu sangat penting. Kalau emang suka dan support
sama band nya. Dan dengan cara kalian membeli albumnya juga itu bisa sangat
membantu band itu sendiri yang sudah kerja keras dan susah payah untuk membuat
sebuah album dengan pergerakan DIY nya. Toh kalian juga nggak akan rugi kok dan
nggak ada salahnya juga jika kalian membeli sebuah album dari band lokal yang
memang kalian suka. Kisaran harga album band lokal juga sebenernya nggak
terlalu mahal hanya sekitar Rp. 20.000-Rp.50.000. Ya mungkin ada beberapa album
yang memasang banderol lebih tinggi dari
nilai maksimal di atas, tapi
itu pun sebanding dengan apa yang mereka tawarkan di albumnya. Dan
percayalah, ada sebuah kebanggaan
tersendiri jika kalian mempunyai sebuah album original dari band
yang memang kalian suka. Dan
bisa dijadikan untuk sebuah koleksi juga. Nggak usah gengsi untuk membeli
rilisan fisik dari sebuah band lokal (khususnya di kota sendiri).
Ketika kita membeli sebuah cd
dari salah satu band yang mungkin kita suka, kita bisa melihat cover albumnya,
kita bisa membaca ucapan terima kasih dari setiap para personilnya, kita bisa
mendapat informasi tentang sebuah band dari cover albumnya, kita bisa membaca
isi lirik dari setiap lagu lagunya, kita juga bisa membaca ucapan terima kasih
mereka kepada sederetan nama nama band. Karena dari deretan nama nama band
tersebut terkadang kita menemukan beberapa nama band yang tidak kita tahu
sebelumnya. Bisa dikatakan bagian ini memberikan semacam rekomendasi band untuk
didengarkan, meskipun rekomendasi tersebut tidak menjamin akan sesuai dengan
selera. Tapi menambah referensi tidak pernah menjadi buruk bukan?
Sebuah band itu penting
membuat rilisan fisik. Bahwa band itu memang pantas dan layak untuk diakui.
Paling enggak diakui di kota sendiri. Bahwa apa yang dikerjakan juga
menghasilkan meskipun jika dihitung, butuh jauh lebih banyak dari apa yang bisa
kita kerjakan untuk mengganti waktu dan uang yang dihabiskan untuk rekaman.
NB : Tulisan ini saya buat sejak rilisnya sebuah
CD album dari band saya "3 Handsome Man" yang bertajuk "Let's Be
Friends". Namun baru saya selesaikan dan saya share. Terima kasih sudah
membaca
No comments:
Post a Comment