Followers

Monday, 8 June 2015

Terima Kasih


Ahirnya selesai dan berjalan lancar juga acara launching album pertama band saya (3handsomeman) yang bertajuk "Let's Be Friends" yang diselengarakan pada hari minggu tanggal 7 juni 2015 di Uncle Brew Caffe. Tidak menyangka akan banyak orang yang datang, yang padahal dihari itu juga banyak acara gigs. Tiga hari saya nggak pulang ke rumah demi prepare acara launching albumnya 3handsomeman. Mulai dari bikin banner, nyiapin konsep acara, nyari dana kesana kemari karena kita memang kekurangan benda sialan yang bernama duit, yang padahal juga kita udah dapet dana dari band-band yang regist, sponsor dari distro2, clothing, dll. Tapi tetep saja nggak cukup, kita butuh dana lumayan banyak untuk bikin acara itu, sampai saya ngegade motor sama temen demi nutup kebutuhan untuk kita launching, namun beruntungnya saya saat temen yang mau nerima gadean motor saya itu dengan baiknya dia hanya meminjamkan duit saja dan nyuruh motor saya buat dibawa aja nggak perlu digade, sampai di H-1 di malam minggu yang dimana besoknya terlaksananya acara itu saya nggak tidur demi prepare untuk besok dan menanti kedatangan salah satu band dari Jakarta yaitu BmPx, band yang saya cukup kenal dan akrab. Dan membuat saya terasa sangat cape sekali pas acara sudah selesai. Lega pas acaranya selesai dan berjalan lancar, namun masih dipusingkan juga tentang urusan soal duit, duit, dan duit. Saat kita merasa gak enak sama teman-teman yang sudah sangat membantu dan rela cape untuk acara itu. Mulai dari mas Tarjo (tujuh titik visual) saya melihat dia sangat lelah sekali, karena yang bikin konsep acara dia semua. Lalu Fares yang bertindak sebagai MC, terus Fahri yang bertindak sebagai photograper, Ridho Setyawan (Rise Stuff) yang sudah merelakan meminjamkan mobilnya untuk mengangkut sound, lalu teman-teman yang lain yang sudah menyumbang tenaga. Saya sudah janji akan bayar fahri, namun nyatanya saya nggak bisa bayar dia, hanya tersisa rasa yang gak enak sekali sama mereka semua karena saya tau mereka juga sangat cape. Sialan nih duit selalu saja jadi ganjalan akan sebuah acara yang kita harapkan bisa nutup dan menuhin kebutuhan teman-teman yang sudah membantu. Kita nggak berharap dapet untung banyak dari acara yang kita buat, yang penting acara sukses, lancar, dan orang-orang yang datang puas dan senang. Dan yang paling penting lagi bisa bayar sound, panggung, bisa bayar alat, catering, dan makan untuk teman-teman.

Kita cukup senang karena cd album kita sudah sold out, dan itu pun hasilnya sangat gak sebanding dengan kerja keras kita, namun itu nggak terlalu kita pikirkan. Karena kita berkarya tidak berharap untuk mendapatkan duit yang banyak. Yang padahal kita sudah banyak mengeluarkan duit untuk sebuah rilisan fisik dalam bentuk cd yaitu album yang berisikan 10 lagu dari kami. Kita rela capek dan repot-repot recording, mixing, bikin cover album yang semenarik mungkin dan ngeluarin duit yang gak sedikit. Karena kita pengen punya bukti yang ada wujudnya yaitu album. Ibarat kata, pelukis tuh hasil karyanya lukisan. Kalo musisi, ya album. Gimanapun, musik, desain, semua itu hasil kreatif otak manusia juga, dan sampai akhirnya berwujud barang. Tentang tempo yang ga pas atau memang dasarnya suara kita yang pas-pasan sengaja kita biarkan dengan satu sampai dua kali take saja ketika kami rekaman. Karena kita ingin terlihat jujur ketika kita bernyanyi dan seperti berbincang dengan siapapun yang mendengarkan. Yang penting berkarya ajalah dulu. Mau itu jelek atau bagus yang penting jujur. Kita ga pernah bisa tampil sempurna, Karena kesempurnaan hanyalah milik tuhan yang maha esa dan kekurangan adalah milik kita semua (khususnya kita bertiga)

Kurang lebih keseluruhan kita sudah menghabiskan 7 jutaan untuk bikin album yang kita kemas semenarik mungkin. Saya juga menjadi kebanyakan orang. Ya bekerja, jadi karyawan, jadi orang bawahan, di cerca di hina akan ketidakberdayaan akan sebuah realita yang banyak menyebalkannya ini. Namun beruntungnya orang tua saya adalah seorang pengusaha dan saya kerja sama mereka, jadi karyawannya mereka. Walaupun usahanya gak sejaya dulu yang penting membuat saya sedikit tenang akan masalah duit. Mereka satu-satunya orang yang tidak ingin saya bantah lagi setelah masa-masa sekolah yang di habiskan untuk buat mereka nangis. Harapannya orang tua saya sih saya bisa mapan, bisa berpikir normal kaya orang kebanyakan, dan yang di garis bawahi adalah jika musik adalah hobi saja. Tapi bagaimana mungkin jika kecintaan saya untuk bermusik, hanya saya jadikan sesuatu yang sifatnya main-main. Sesuatu yang pada akhirnya menghindarkan siapapun untuk emosian atau apapun yang bisa di gantikan dengan fokus berkarya tentang suatu keindahan.
Saya yakin akan pilihan saya. Namun dasarnya memang sialan benda yang bernama duit itu selalu saja jadi ganjalan akan sebuah kemurnian jalinan kasih antara saya dan lagu yang saya buat.
Saya hanya ingin meminta agar semua hal yang berhubungan dengan kerjaan, musik, dan si sialan duit itu bisa berjalan beriringan membantu saya menuju kehidupan yang lebih baik, layak dan mapan dalam sudut pandang orang tua saya, biar mereka senang.

Saya benci saat disuruh menjadi apa yang orang lain inginkan, ketika mereka bicara tentang musik. Bermusik itu harus seperti ini harus seperti itu yang padahal main musik itu bebas dan suka-suka orang yang menjalaninya saja.
Musik bukanlah agama yang harus ditaati dan ada peraturannya. Semua bebas saja berbuat sesukanya dalam membuat musik.

Terima kasih untuk Mas Ugi Colonyal Rawkus yang sudah sangat membantu meyelenggarakan acara launching albumnya tiga pria jelek yang sok ganteng yang mengatas namakan dirinya 3handsomeman. Terima kasih untuk band-band yang sudah ikut meramaikan diacara launching album kami, Bmpx (jakarta), Monkey Of Cluster (jakarta), Fat Randy, Higgs Bosson (purwokerto), Trying To Rise, Mom Is Hero, Varicella, All Of Time, Last Time For Something, Go On, Black Cat Dead, No Line, Sick Of Honor, Reason For Tonight, Get For Summer, dan Hello My Name (depok) tapi sayang sekali Hello My Name gak jadi dateng.

Supported by  Rawkus Merch | Rise Stuff | Skateshop Tegal | Tegal Skateboarding | Spectrum | Yaull Cloth | G.A.S | Tujuh Titik Visual | Ruangan Sakit Hati | Duta Gitar | Kamtis Family Brebes | Survival | Mixpacker Studio | Brader Maker | Whuzzup Magz | Uncle Brew Cafe | BALKOT TROOPS.


Terakhir, terima kasih untuk semua band-band bawah tanah dengan semua pergerakan DIY nya dan semua bentuk revolusi untuk membuat musik jadi lebih baik. Mohon maaf sebesar besarnya jika ada sesuatu yang mengecewakan. Dan atas permintaan banyak orang lagu-lagu baru kita sudah kita upload di reverbnation. Silahkan didownlad https://www.reverbnation.com/3handsomeman4/songs

No comments:

Post a Comment