Ahirnya selesai dan berjalan
lancar juga acara launching album pertama band saya (3handsomeman) yang
bertajuk "Let's Be Friends" yang diselengarakan pada hari minggu
tanggal 7 juni 2015 di Uncle Brew Caffe. Tidak menyangka akan banyak orang yang
datang, yang padahal dihari itu juga banyak acara gigs. Tiga hari saya nggak
pulang ke rumah demi prepare acara launching albumnya 3handsomeman. Mulai dari
bikin banner, nyiapin konsep acara, nyari dana kesana kemari karena kita memang
kekurangan benda sialan yang bernama duit, yang padahal juga kita udah dapet
dana dari band-band yang regist, sponsor dari distro2, clothing, dll. Tapi
tetep saja nggak cukup, kita butuh dana lumayan banyak untuk bikin acara itu,
sampai saya ngegade motor sama temen demi nutup kebutuhan untuk kita launching,
namun beruntungnya saya saat temen yang mau nerima gadean motor saya itu dengan
baiknya dia hanya meminjamkan duit saja dan nyuruh motor saya buat dibawa aja
nggak perlu digade, sampai di H-1 di malam minggu yang dimana besoknya terlaksananya
acara itu saya nggak tidur demi prepare untuk besok dan menanti kedatangan
salah satu band dari Jakarta yaitu BmPx, band yang saya cukup kenal dan akrab.
Dan membuat saya terasa sangat cape sekali pas acara sudah selesai. Lega pas
acaranya selesai dan berjalan lancar, namun masih dipusingkan juga tentang
urusan soal duit, duit, dan duit. Saat kita merasa gak enak sama teman-teman
yang sudah sangat membantu dan rela cape untuk acara itu. Mulai dari mas Tarjo
(tujuh titik visual) saya melihat dia sangat lelah sekali, karena yang bikin
konsep acara dia semua. Lalu Fares yang bertindak sebagai MC, terus Fahri yang
bertindak sebagai photograper, Ridho Setyawan (Rise Stuff) yang sudah merelakan meminjamkan mobilnya untuk mengangkut sound, lalu teman-teman yang lain yang sudah menyumbang
tenaga. Saya sudah janji akan bayar fahri, namun nyatanya saya nggak bisa bayar
dia, hanya tersisa rasa yang gak enak sekali sama mereka semua karena saya tau
mereka juga sangat cape. Sialan nih duit selalu saja jadi ganjalan akan sebuah
acara yang kita harapkan bisa nutup dan menuhin kebutuhan teman-teman yang sudah
membantu. Kita nggak berharap dapet untung banyak dari acara yang kita buat,
yang penting acara sukses, lancar, dan orang-orang yang datang puas dan senang.
Dan yang paling penting lagi bisa bayar sound, panggung, bisa bayar alat,
catering, dan makan untuk teman-teman.
Kita cukup senang karena cd
album kita sudah sold out, dan itu pun hasilnya sangat gak sebanding dengan
kerja keras kita, namun itu nggak terlalu kita pikirkan. Karena kita berkarya
tidak berharap untuk mendapatkan duit yang banyak. Yang padahal kita sudah
banyak mengeluarkan duit untuk sebuah rilisan fisik dalam bentuk cd yaitu album
yang berisikan 10 lagu dari kami. Kita rela capek dan repot-repot recording,
mixing, bikin cover album yang semenarik mungkin dan ngeluarin duit yang gak sedikit.
Karena kita pengen punya bukti yang ada wujudnya yaitu album. Ibarat kata,
pelukis tuh hasil karyanya lukisan. Kalo musisi, ya album. Gimanapun, musik,
desain, semua itu hasil kreatif otak manusia juga, dan sampai akhirnya berwujud
barang. Tentang tempo yang ga pas atau memang dasarnya suara kita yang
pas-pasan sengaja kita biarkan dengan satu sampai dua kali take saja ketika
kami rekaman. Karena kita ingin terlihat jujur ketika kita bernyanyi dan
seperti berbincang dengan siapapun yang mendengarkan. Yang penting berkarya
ajalah dulu. Mau itu jelek atau bagus yang penting jujur. Kita ga pernah bisa
tampil sempurna, Karena kesempurnaan hanyalah milik tuhan yang maha esa dan
kekurangan adalah milik kita semua (khususnya kita bertiga)
Kurang lebih keseluruhan kita
sudah menghabiskan 7 jutaan untuk bikin album yang kita kemas semenarik
mungkin. Saya juga menjadi kebanyakan orang. Ya bekerja, jadi karyawan, jadi
orang bawahan, di cerca di hina akan ketidakberdayaan akan sebuah realita yang
banyak menyebalkannya ini. Namun beruntungnya orang tua saya adalah seorang
pengusaha dan saya kerja sama mereka, jadi karyawannya mereka. Walaupun
usahanya gak sejaya dulu yang penting membuat saya sedikit tenang akan masalah
duit. Mereka satu-satunya orang yang tidak ingin saya bantah lagi setelah
masa-masa sekolah yang di habiskan untuk buat mereka nangis. Harapannya orang
tua saya sih saya bisa mapan, bisa berpikir normal kaya orang kebanyakan, dan
yang di garis bawahi adalah jika musik adalah hobi saja. Tapi bagaimana mungkin
jika kecintaan saya untuk bermusik, hanya saya jadikan sesuatu yang sifatnya
main-main. Sesuatu yang pada akhirnya menghindarkan siapapun untuk emosian atau
apapun yang bisa di gantikan dengan fokus berkarya tentang suatu keindahan.
Saya yakin akan pilihan saya.
Namun dasarnya memang sialan benda yang bernama duit itu selalu saja jadi
ganjalan akan sebuah kemurnian jalinan kasih antara saya dan lagu yang saya
buat.
Saya hanya ingin meminta agar
semua hal yang berhubungan dengan kerjaan, musik, dan si sialan duit itu bisa
berjalan beriringan membantu saya menuju kehidupan yang lebih baik, layak dan
mapan dalam sudut pandang orang tua saya, biar mereka senang.
Saya benci saat disuruh
menjadi apa yang orang lain inginkan, ketika mereka bicara tentang musik.
Bermusik itu harus seperti ini harus seperti itu yang padahal main musik itu
bebas dan suka-suka orang yang menjalaninya saja.
Musik bukanlah agama yang
harus ditaati dan ada peraturannya. Semua bebas saja berbuat sesukanya dalam
membuat musik.
Terima kasih untuk Mas Ugi
Colonyal Rawkus yang sudah sangat membantu meyelenggarakan acara launching
albumnya tiga pria jelek yang sok ganteng yang mengatas namakan dirinya
3handsomeman. Terima kasih untuk band-band yang sudah ikut meramaikan diacara
launching album kami, Bmpx (jakarta), Monkey Of Cluster (jakarta), Fat Randy,
Higgs Bosson (purwokerto), Trying To Rise, Mom Is Hero, Varicella, All Of Time,
Last Time For Something, Go On, Black Cat Dead, No Line, Sick Of Honor, Reason
For Tonight, Get For Summer, dan Hello My Name (depok) tapi sayang sekali Hello
My Name gak jadi dateng.
Supported by Rawkus Merch | Rise Stuff | Skateshop Tegal |
Tegal Skateboarding | Spectrum | Yaull Cloth | G.A.S | Tujuh Titik Visual |
Ruangan Sakit Hati | Duta Gitar | Kamtis Family Brebes | Survival | Mixpacker
Studio | Brader Maker | Whuzzup Magz | Uncle Brew Cafe | BALKOT TROOPS.
Terakhir, terima kasih untuk
semua band-band bawah tanah dengan semua pergerakan DIY nya dan semua bentuk
revolusi untuk membuat musik jadi lebih baik. Mohon maaf sebesar besarnya jika
ada sesuatu yang mengecewakan. Dan atas permintaan banyak orang lagu-lagu baru
kita sudah kita upload di reverbnation. Silahkan didownlad https://www.reverbnation.com/3handsomeman4/songs
No comments:
Post a Comment