Followers
Sunday, 17 May 2015
Akhirnya Jam Tangan Ini Patah Juga
Minggu, 17 mei 2015 ahirnya jam tangan saya patah juga. Jam yang seharusnya sudah saya buang dari dulu bersamaan dengan masa lalu saya dengan dia yang semakin berlalu, dan nggak perlu diingat. Namun sialnya selalu teringat. Jam tangan pemberian dari seorang wanita yang pernah menjadi berarti dalam hidup saya, dan pernah menjadi pengaruh besar dari hidup yang saya jalani. Mulai dari pertama saya bikin lagu yang selalu terinspirasi dari dia, sampai sekarang pun setiap saya bikin lagu, dia yang selalu saya jadikan bahan untuk setiap lirik yang saya buat.
Mungkin mulai malam ini saya memang harus melepaskan jam tangan itu dan tidak memakaikan lagi ditangan saya ini. Biar saja jam tangan itu saya simpan dan untuk kenang-kenangan. Jangan dibuang.
Saya sangat berterima kasih kepada masa lalu saya yang kelam. Jika hidup saya baik-baik saja, mungkin hidup saya ya akan biasa saja dan nggak akan ada menariknya. Saya juga ingin berterima kasih kepada waktu yang tidak bisa saya ulang. Setidaknya saya belajar jika apa yang membuatnya berharga adalah ketika waktu tak bisa saya ulangi.
Seperti hal nya jam tangan yang patah ini tidak bisa saya pakai lagi dan tidak bisa utuh lagi seperti semula. Saat nulis ini mata saya sudah melek merem dan menandakan kalau saya cape, lelah, loyo, lemah, letih, dan lesu. Dan mengharuskan saya untuk tidur dan tenang, tidak perlu memikirkan masa lalu yang kelam.
Yang lebih menenangkan dari semua hal yang menenangkan adalah berhenti berpikir. Tentang apapun, dan lelap.
Selamat malam dan selamat tidur.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
strapnya gabisa diganti eh btw gmn kondisi skrg
ReplyDelete