Pernah merasa ragu untuk pergi ke sesuatu tempat? Semisal kita ingin main ke rumah temen tapi gak yakin. Bukan gak yakin sih, antara ingin kesana dan merasa enakan diem aja di rumah, gulang-guling dikasur yang biasa kita tidurin tiap malem sampe basah kalau sedang mimpi basah dengan Nikita Mirzani misalnya. Kenapa Nikita Mirzani? Karena saya pernah mimpi basah dengan dia. Atau berselancar di dunia maya entah itu facebook, twitter, blog, dan lain-lain. Lagian juga kita tiap hari main mulu. Apa salahnya jika kali ini kita dirumah aja. Namun hati ini terasa gelisah ketika kita tidak menuruti kehendak kita untuk pergi kesana. Disisi lain kita juga merasa ragu dan gak yakin. Kaya ada sesuatu yang akan menimpa kita disana atau ketika kita sedang dijalan menuju ke tempat itu.
Sore tadi, ketika sedang menuju malam, ketika bau badan dan rasa lelah hasil dari kerja seharian, saya tidur. Bukan ketiduran tapi saya sengaja tidur karena saking capenya hari ini. Pas adzan magrib saya bangun karena dibangunin sama ibu saya. Kalau gak dibangunin saya bisa bablas tidur sampai pagi dalam keadaan belum mandi. Setelah bangun, saya langsung bergegas mandi. Lalu abis itu saya langsung shalat maghrib. Ibu saya sudah menyiapkan makan malem untuk saya makan. Karena saya memang lapar. Itulah baiknya ibu saya. Beliau kadang masih ngemanjain aku yang udah segede ini. Ketika saya mau siap-siap untuk makan, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu. Dan siapakah itu? Dia adalah Bi Yati tukang urut langganan Ibu, Bapak, dan Adik saya. Lalu siapakah yang mengundang dia dateng ke rumah malem ini?. Dia bukan jalangkung yang datang tak diundang dan pulang tak diantar. Ternyata Adik saya lah yang mengundang karena Suaminya Adik saya yang meminta karena memang udah ada janji. Janji apa? Ya janji mau mijet suaminya Adik saya. Karena berhubung suaminya Adik saya belum pulang dari kerja, lalu Adik saya yang meminta untuk dipijet. Terus tiba-tiba ibu saya nawarin. "Kamu mau sekalian dipijet juga gak sama Bi Yati? Katanya kamu cape". "Oh iya deh Mah" jawab saya langsung mau gitu aja. Karena memang dari kemaren saya pengen banget dipijet. Bi Yati itu udah tua. Umurnya sekitar 50an. Setelah saya dipijet saya langsung makan yang sudah ibu saya siapkan dan sempat tertunda karena saya mau dipijet dulu.
Tepat jam 8 malam ketika semua sudah selesai, dari pijet sampe makan, tiba-tiba saya merasa gelisah. Ingin sekali main ke Skateshop punya teman saya yang biasa saya datengin tiap malem. Karena biasanya saya disitu kalau malem. Nemenin teman saya juga yang kebetulan jaga disitu. Teman saya itu cewek. Tapi saya cape juga malem ini. Pengen dirumah aja istirahat. Namun hati tetep aja gelisah. Jujur, saya gelisah karena pengen banget ketemu sama temen saya yang cewek itu. Karena saya memang kangen sama dia. Padahal sering banget ketemu. Tapi disisi lain, saya ragu. Entah ragu karena apa, yang jelas ragu aja. Seolah-olah tuh saya gak boleh kesitu malem ini. Pokoknya gak boleh. Sampai ahirnya teman saya yang cewek itu yang jaga Skateshop, dia bbm saya, dia bilang tadi mantan saya dateng kesitu. Nah disitu saya merasa terkejut dan terkaget-kaget. Dalam hati saya bilang "Untungnya saya gak jadi kesitu, ternyata itu yang mungkin membuat saya ragu". Jadi kesimpulannya, Tuhan itu tidak mau mempertemukan aku dengan mantan aku itu. Yang sudah mengambil hatiku kemudian dibuat hancur berkeping-keping dan membuat hidupku seketika runyam. Tapi itu dulu, dan dulu banget sebelum ahirnya aku bertemu dan kenal dengan cewek yang jaga Skateshop itu. Ya gitu aja sih. Itu yang membuat saya ragu untuk main. Ternyata dibalik keraguan itu, Tuhanlah yang membuatnya. Kalau kita mau menyadari. Dan keraguan itu adalah maksud baik dari Tuhan. Supaya kita tidak merasakan sakit lagi atau flashback ketika kita bertemu lagi dengan bekas pacar.
Followers
Wednesday, 29 July 2015
Tuesday, 28 July 2015
Tips Membuat Lagu Dari Saya
Punya band? Ingin dikenal
banyak orang dan dihargai? Ya kalian harus punya karya untuk dikenal orang.
Lalu kemudian orang akan menghargai. Punya band tapi gak punya lagu ya percuma.
Kalau kalian bikin band untuk sebatas fun aja sih gak masalah. Its okelah kalau
tidak perlu membuat suatu karya. Tapi ini kalian ingin dikenal banyak orang dan
dihargai tanpa mempunyai karya? Itu sama saja kalian manusia-manusia bodoh.
Ingin sukses tapi tidak mau berusaha. Ya memang ada sebuah band yang sama
sekali tidak mempunyai karya tapi sukses. Yaitu dengan cara meng-cover
lagu-lagu orang. Dan pada dasarnya perfomancenya memang bagus, jadi orang akan
mudah mengenal. Nah jika perfomancenya jelek? Jangan harap lah orang akan
menghargai. Melirik saja enggak. Mungkin akan ada orang yang berbaik hati
memberi tepuk tangan setelah kalian tampil walaupun tampil dengan sangat ancur.
Atau semacam band-band cafe yang sekali dapet job bayarannya lumayan banyak.
Kebanyakan band-band cafe itu mempunyai skill yang tinggi. Dan band-band cafe
semacam itu kebanyakan juga meng-cover lagu-lagu orang pula. Lalu apakah
band-band seperti itu bisa dibilang keren? Ya itu sih terserah orang-orang saja
yang menilainya. Karena suatu sifat kesinisan dan ketidak-sukaan ada pada
setiap diri seseorang masing-masing. Mungkin saja punya karya tapi masih malu
dan tidak percaya diri sama karya sendiri. Percayalah ketika band kita punya
suatu karya, maka semua orang akan menganggap kita ada. Dan yang jelas kita gak
akan dianggap remeh.
Jadi menurut saya, jika kalian
punya band, tentu saja kalian harus punya karya. Mau jelek atau bagus, yang
penting berkarya ajalah dulu. Dan disini saya akan mencoba kasih tips cara
bikin lagu. Maaf nih, saya bukan bermaksud untuk menggurui atau apalah yang
bisa dibilang orang yang sok pinter dan sok hebat. Saya hanya berbagi saja.
Okelah mari simak dan semoga bermanfaat. Kalaupun gak bermanfaat, ya
manfaatkanlah agar bermanfaat:
1. Jujur
Ya, kalian harus jujur dalam
membuat lagu. Apa yang kalian rasain dalam kehidupan sehari-hari atau
pengalaman pribadi, tulis saja untuk dijadikan lirik kepada lagu yang akan
kalian buat.
2. Spontan
Apa yang sedang kalian
fikirkan saat ini, ya udah hajar saja. Karena sesuatu yang spontan itu justru
hasilnya malah keren. Soal hasil? Jangan ragu, seperti yang sudah saya bilang,
mau jelek atau bagus, yang penting berkarya aja dulu.
3. Imajinasi
Imajinasi disini maksudnya
ketika mood kalian sedang asik bernyanyi, biasakanlah main gitar dengan chord
terserah kalian, lalu bernyanyilah
dengan ngasal. Bukan menyanyikan lagu orang. Ngasal disini maksudnya, terserah
saja mulut kalian mau berucap apa. Semacam saceplos-ceplosnya mulut kalian
saja. Untuk soal nada, ya itu tergantung kalian. Kalau emang kalian musisi dan
bisa main gitar, pasti bisalah bikin nada sendiri. Jadi kesimpulannya:
bernyanyi ngasal dan berimajinasi sehingga akan menghasilkan nada dan lirik
dengan sendirinya. Terserah mau ngebayangin apa. Berimajinasilah seliar mungkin
sampai batas nalar sekalipun. Anggap saja yang ada dalam imajinasi kalian itu
adalah video clip dari lagu yang sedang kalian bikin.
4. Dengerin lagu orang
Coba dengerin dulu salah satu
lagu dari band kesukaan kalian yang menurut kalian enak dan keren sebelum
membuat lagu. Tapi jangan lantas untuk menjiplak lagu itu. Hanya untuk
menumbuhkan inspirasi saja. Dengerin berulang kali sampai terasa nyaman
ditelinga dan melekat di otak atau kepala. Biasanya setelah mendengarkan, kita
akan tergerak dengan sendirinya lalu terciptalah sebuah nada versi kita.
Biasanya sih gitu. Tapi entahlah, semua kembali kepada kalian sendiri
masing-masing.
Ya mungkin hanya itu tips
yang bisa saya bagikan disini. Berkaryalah, karena dengan suatu karya yang
sudah kita buat, akan membuat kita dan mendorong kita untuk selalu berbuat
kreatif. Hidup ini akan jadi cenderung menyenangkan dan tidak banal ataupun
membosankan. Karena band yang sebatas keren aja dan tidak mempunyai karya itu
tidak cukup. Sama halnya seperti orang yang ganteng doang, dan itu sama sekali
gak cukup man. Percuma ganteng tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Bukan begitu
teman? Jadi berkaryalah, mau itu bagus atau jelek yang penting berkarya aja
dulu.
Menulislah, Terserah Apa Saja.
Menulislah, apa saja terserah
yang pengen anda tulis. Bisa tentang kehidupan sehari-hari, pengalaman,
pengetahuan, ataupun kebahagiaan dan kesedihan yang kita alami. Atau bahkan
menulis jumlah hasil dagangan anda hari ini seperti foto di atas jikalau anda memang
berjualan. Karena dengan menulis, kita akan merasakan kepuasan batin dan
kelegaan hati. Apalagi kalau tulisan kita dibaca oleh banyak orang kemudian
mereka suka dengan tulisan kita, itu sesuatu yang menyenangkan dan membanggakan
untuk diri kita sendiri. Dan membuat kita semakin semangat lagi untuk hal tulis
menulis. Terlebih, dari menulis di blog kita juga bisa mendapatkan uang yang
banyak. Gak percaya? Saya juga gak percaya sih awalnya. Tapi nyatanya memang
bisa. Sudah banyak blogger-blogger yang membuktikan. Kalau saya sih belum bisa
menghasilkan uang dari blog. Dan itu memang butuh waktu yang lama. Tapi saya
menulis bukan untuk dapet duit. Saya menulis ya atas berdasarkan keinginan saya
untuk menulis. Udah sih itu aja. Tapi sebenernya saya juga berharap sih bisa
dapet duit dari blog. Kan lumayan juga. Mudah-mudahan saja suatu saat saya bisa
menghasilkan uang dari blog. Biar bisa menaikan haji kedua orang tua saya.
Kalau ada uang sisa, buat traktir makan kalian yang sudah setia baca
tulisan-tulisan saya di blog saya yang gak penting ini.
Tumpahkan saja ke dalam
tulisan apa yang sedang kamu rasain. Atau kamu juga bisa menulis tentang
seorang teman yang menyebalkan di sekelilingmu misalnya. Tentang seseorang yang
seharusnya gak ada di bumi ini. Seseorang yang seharusnya berada di planet mars
atau pluto. Tentang seseorang yang membingungkan, antara jahat dan baik, antara
teman dan musuh, ya, semacam manusia bermuka dua gitu. Tapi saya tidak akan
menulis tentang manusia bermuka dua. Itu hanya sebagai contoh saja. Apa sajalah
pokoknya. Apa yang saat ini terpikir di otak anda, tuliskanlah. Percaya deh,
menulis itu asik, enak dan menyenangkan. Tapi untuk menjadi tulisan kita enak
dan menarik dibaca, kita harus melibatkan hati. Ya, kita harus menulis pake hati.
Jangan cuma asal nulis. Hati harus kita libatkan. Menulis sama saja ketika kita
sedang berbicara. Ungkapin saja semua pemikiran yang ada di kepala. Ga usah
bingung mau nulis apa. Ga usah bingung juga mau ngasih judul tulisannya apa.
Judul kadang datang belakangan. Ketika ada yang harus ditulis, ya udah tulis
saja.
Konon, dengan menulis kita
bisa membuat otak kita lebih sehat, karena secara tidak langsung otak kita akan
terus beraktivitas selama kita menulis. Tahukah Anda, bahwa jika otak kita
terlalu lama pasif alias tidak beraktivitas maka memiliki kecenderungan
terserang penyakit pikun. So, jika tidak mau pikun di masa muda, biasakanlah
latih otak Anda, yang salah satunya dengan menulis. Selamat menulis!
Monday, 27 July 2015
Biarkanlah Aku Menulis
Ahirnya kamu kembali lagi
meninggalkan kota ini setelah dua tahun kamu tidak pulang. Hanya seminggu saja
kamu dirumah. Lalu kembali pergi lagi. Pergi untuk kembali. Atau bahkan pergi
untuk tetap disana jikalau jodoh kamu orang sana. Dan aku, orang yang tidak
terlalu penting untuk kamu. Seseorang yang seharusnya kamu acuhkan saja
semenjak pertama kali aku muncul di kehidupan kamu. Yaitu dua tahun yang lalu.
Sampai kamu tidak perlu pamit sama aku ketika kamu akan berangkat lagi. Kamu
punya banyak sahabat yang sudah dua tahun kamu tinggalkan. Wajar saja mereka
itu sangat penting sekali untuk kamu setelah dua tahun tak bertemu.
Aku bersyukur masih ada
kesempatan untuk bisa bertemu denganmu. Terlebih, aku diberi kesempatan untuk
main ke rumahmu. Bertemu dengan orang tua kamu, simbah kamu, dan Amir (adik
kamu). Ada rasa senang ketika aku bisa ngobrol dengan bapak ibu kamu, ketika
aku disuruh nyopot bambu dan antena tv yang mungkin sudah terlalu usang untuk
tetap dipasang. Disitu aku merasa sangat berguna sekali untuk diriku sendiri
dan untuk bapak kamu. Masakan ibu kamu yang sempat ditawarkan, tidak sempat aku
memakannya. Karena aku keburu pergi bersama kamu dan adik kamu.
Ada rasa nyaman ketika aku
ngobrol dengan simbah kamu. Seolah-olah dia selalu memancing aku untuk
cepat-cepat melamarmu. Dia takut kamu kecantol sama orang lain disana. Aku sih
santai, sama sekali gak takut kamu akan kecantol sama orang lain. Karena aku
yakin kalau jodoh itu gak bakalan ketuker. Padahal kita pacaran aja enggak. Dan
menurut aku buat apa pacaran? Kalau ahirnya putus untuk berpisah, bukan putus
untuk menikah. Dan simbah kamu, nyuruh aku untuk main ke rumah kalau ada waktu
senggang walaupun kamu dan orang tuamu sudah tidak ada dirumah. Ada rasa
bahagia juga ketika aku mengajak adik kamu ke sebuah Mall, ngajak dia maen-maen
disana, maen PS disamping rumah, dan ngajak shalat maghrib di Mesjid. Rasanya
senang sekali ketika melihat dia sedang asik bermain-main.
Kini, sudah 4 hari kamu
meninggalkan kota ini, kota dimana kamu dilahirkan dan dibesarkan. Kota dimana
kamu menemukan banyak cinta dari teman-teman atau sahabat-sahabatmu. Kota
dimana kita bisa saling kenal. Kota dimana ketika dua tahun yang lalu kita
makan martabak spesial disuatu taman. Lalu aku berucap bolehkah aku menjalin hubungan
serius sama kamu?, untuk melamarmu, lalu menikahimu. Namun ternyata gak
segampang itu. Gak segampang mulutku berucap seperti itu. Semua butuh waktu,
proses, dan perjuangan. Aku pernah terjatuh ketika aku sedang berlari
mengejarmu, hanya agar engkau tau bahwa aku memang menginginkamu. Tidak perlu
aku jelaskan semua orang pasti tau gimana rasanya jatuh. Untungnya, aku gak
sampe keinjek-injek dan ketendang-tendang. Aku masih bisa bangun dan berdiri
lagi. Aku juga pernah mengalah dan inisiatif saja saat kau ingin menjauh dariku
agar kau bahagia bersama pilihanmu waktu itu. Namun pada nyatanya, pilihanmu
lah yang malah membuatmu kecewa berat sehingga membuatmu susah untuk membuka
hati kamu untuk siapapun. Termasuk aku. Membuatmu berasumsi bahwa kamu salah
milih pasangan ketika itu. Dan menganggap semua cowok itu sama. Dan itu juga
yang dulu membuat aku pernah menghilang dari kamu ketika kamu lebih memilih
cowok itu. Aku bukanlah seorang bajingan yang suka menempelkan hidung belangnya
kepada mereka yang sudah bersama kekasih yang dicinta. Hidung aku mulus dan
tidak belang-belang. Dan kamu tau itu ketika sedang ada didekat aku.
Meninggalkan kota ini bukan
lantas tanpa sebab dan alasan. Namun untuk mencari rejeki di kota orang. Karena
memang sudah sedari dulu usaha orang tua kamu berjalan disana. Dan kamu, sudah
pasti akan jadi penerus usahanya orang tua kamu. Dengan kemungkinan besar kamu
akan lebih lama dan lebih lama lagi disana. Di kota yang tidak dekat. Tidak
juga terlalu jauh. Karena masih berada di Indonesia.
Aku tidak perlu bertanya tentang
perasaanmu padaku. Aku hanya perlu tentang keingatanmu padaku. Udah itu saja.
Aku juga tidak perlu bertanya apakah kamu jodohku?. Karena tuhan sudah
menentukan jawaban apa yang akan aku terima nantinya. Aku selalu berdoa untuk
pasangan hidupku. Entah itu siapa untuk saat ini aku sama sekali tidak pernah
tau. Karena mungkin tuhan masih enggan memberi tau. Sambil berharap dirimu akan
memikirkanku, dan suatu saat, jika tuhan mengijinkan, kau akan hidup bersama
ku.
Kau tentu saja bertanya,
mengapa aku memilihmu? Kalau nyatanya aku hanya setengah-tengah saja
memperjuangkanmu. Jika saja kau memang sendiri, dan jika saja kau memang
menghendaki, maka tentu saja aku akan menghampirimu. Tak peduli apakah sepuluh
jam atau lebih adalah tumbal waktu yang harus kubayar demi menemui kamu disana.
Menemui adik kamu dan bapak ibu kamu. Tak peduli misalnya aku harus berjuang
melawan segala yang jahat di dunia ini untuk melindungimu. Tak peduli misalnya
aku harus memohon kepada orang tua kamu untuk meminta restu kepada bapak ibumu.
Aku punya prinsip, dan apabila prinsip ini menyebabkanmu bertanya-tanya tentang
apa mauku, maka dengan ini aku minta maaf. Suatu saat, entah itu kapan, jika
memang kamu bukan jodoh ku, maka ada yang harus terhenti, agar yang lain bisa
berjalan kembali. Yakni hidupku dan hidupmu. Biarkanlah aku menulis yang
mungkin dapat tertangkap oleh matamu, bahkan hatimu ketika aku tidak ada lagi.
Friday, 24 July 2015
Review: Lagu Terbaru Good Evening My Dear "Rangkaian Cerita"
Good Evening My Dear atau
disingkat GEMD adalah sebuah band bergenre power of love punk dari Sidapurna,
Tegal. Simplenya sih pop punk. Materi music ala remaja masa kini, dengan nada
cinta labil yang di balut besutan nada ceria dan keras ala dedikasi sebuah
punk. Dari telinga turun ke hati dari hati turun ke nada. Band yang berdiri
pada tahun 2013 ini siap slalu berdiri dan berkarya untuk sesama bukan karna
gemilang cap artis semata. "Dikutip langsung dari fanspagenya mereka"
Sebuah band yang dibentuk
oleh
Fahmi Amirudin Zein a.k.a
uluy sebagai vocal, Usman sebagai gitar, Agustian Widagdo a.k.a Capri sebagai
bass, Ryza Febriansyah a.k.a Eja sebagai keyboard/synth, Widy Winarto a.k.a
Widi sebagai drum. Dan saya sendiri disini sebagai penulis bukan partai hore,
bukan tukang parkir, dan bukan juga dukun cabul. Dalam waktu luang ditengah
malam yang kadang terasa sangat menyebalkan yang membuat saya teringat sama
pacar orang sebelum tidur. Atau teringat sama Chelsea Olivia yang jauh disana.
Untuk sekedar menumpahkan pemikiran lewat tulisan sebelum saya beristirahat
memejamkan mata lalu bermimpi tentang kebosanan hidup dalam soal percintaan. Ah
cinta. Apa sih cinta? Jujur saya sendiri geli nulisnya. Hidup yang cenderung
banal dan membosankan. Kebosanan hidup dalam percintaan yang mungkin dari dulu
sampai sekarang selalu gagal. Tapi saya selalu menertawakan kegagalan yang saya
punya dalam hal cinta-mencinta. Justru membuat saya lebih sehat secara mental.
Saya akan me-review lagu baru
mereka yang berjudul "Rangkaian Cerita". Ahirnya mereka nepatin janji
juga untuk mengeluarkan single terbarunya di tahun 2015 ini setelah sekian lama
banyak teman-teman yang bertanya dan menunggu. Lagu yang menceritakan sisi lain
dari sebuah hubungan. Bukan hanya mewakili satu orang. Tapi semua dari player
GEMD (katanya). Pada lagu ini, pengartiannya bisa dihubungkan dengan keadaan
ketika putus cinta. "Disaat hujan mulai memisahkan kita, Kau hitamkan
semua rangkaian cerita. Kau biarkan disini ku menunggu dalam gelapnya sorot
matamu" sebuah lirik yang menggambarkan seseorang yang diacuhkan begitu
saja ketika sudah putus dengan pujaan hatinya. "Kau gores kenangan kita
berdua yang hanya kau anggap semua biasa saja. Halus senyummu yang memulai
memudar seakan kau tak ingin ku gapai. Terdiam ku dibawah lukisan malam
berlebur bintang. Sebuah harapan tertutup setelah kepergianmu" dibagian
lirik yang itu menggambarkan tentang seseorang yang benar-benar ingin pergi
dari kehidupan kita, meninggalkan cerita indah yang pernah dirangkai bersama. Tugas
kita, biarkan saja dia pergi. Lepaskan. Karena dia memang ingin lepas dari
kita. Jangan lantas memohon untuk meminta tetap bersama. Simplenya sih putus
karena ya bukan jodoh aja sih. Jadi sekeras apapun memaksa, yang didapat ya
hanya kecewa, karena memang bukan pasangannya. Kalaupun jodoh, suatu saat pasti
bakalan balik lagi. Karena jodoh itu memang gak kemana.
Sampai pada ahirnya merasa
sadar dan ikhlas dan menghadiahkan sebuah doa dalam lirik "Disaat kau
melangkah menjauh meninggalkan diriku bersama bayanganmu, ku harap kau akan
baik-baik saja walau ku tak bisa memilikimu selamanya" yang jelas tentu
akan baik-baik saja. Karena setelahnya hari-hari ya memang akan berjalan
baik-baik saja. Yang penting setelahnya bagaimana ketika waktu yang terus berjalan
itu tidak akan menunggu kita. Karena rasanya sayang sekali jika hanya dipakai
untuk meratapi hal yang bisa membuat kita menjadi bodoh dan lemah ketika kita
masih mengharapkan seorang mantan yang jelas-jelas udah pergi meninggalkan
kita.
Dan di lagu mereka yang ini
sepertinya tidak sesuai dengan biografi yang mereka tulis deh: "Materi
music ala remaja masa kini, dengan nada cinta labil yang di balut besutan nada
ceria dan keras ala dedikasi sebuah punk". Lagunya melow, galau, dan
mungkin terlalu lembek hehe. Tidak seperti lagu mereka yang berjudul
"Terkenang Terhempas" di lagu itu mereka benar-benar sesuai dengan
biografi mereka. Nada yang ceria, fun, dan keras. Mengangkat tema percintaan
yang menyampaikannya dengan kata-kata mereka sendiri, tidak perlu harus puitis.
Dan saya suka. Tapi pada dasarnya sebuah karya itu memang bebas sih. Suka-suka
si penciptanya aja mau bikin lagu seperti apa. Entah itu mau terdengar cemen,
lembek, loyo, lemah, letih, lesu, dan itu semua hanya ada dalam ramuan jamu
komplit. Saya selalu ingat jelas ketika ada orang yang bilang bahwa musik Pop
Punk itu musik yang lembek. Musik yang cengeng. Lagi-lagi lagunya tema cinta
dan cinta melulu. Ya terserah mereka saja mau mengartikan musik Pop Punk itu
seperti apa.
Pop Punk itu mungkin bisa
dibilang musik yang ramah. Lyricnya lebih membahas tentang hubungan antar
individu, seperti pacar, keluarga, dan kejadian sehari-hari yang lebih umum.
Dan bisa diterima oleh semua kalangan. Setiap orang berhak membuat suatu karya,
baik itu anda, dia, mereka atau siapapun, termasuk saya. Karena kita semua
mempunyai rasa, pengalaman, dan daya hayal yang bisa kita tuangkan dalam bentuk
seni yang ingin kita ceritakan dalam bentuk media apapun, salah satunya lewat
musik.
Ahir kata, saya cukup
terhanyut dalam lagu "Rangkaian Cerita". Atau jika saya mendengarkan
lagu itu dipinggir kali atau sungai mungkin akan membuat saya mendadak tenggelem,
terhanyut terbawa arus karena mungkin saking dalamnya lagu itu. Saat saya nulis
ini, saya pun sedang mendengarkannya. Bagaimanapun, lagu "Rangkaian
Cerita" memang bagus. Cara penyampainnya yang tulus dan begitu sangat
dalam sekali ketika menyanyikannya. Sukses selalu buat Good Evening My Dear
yang bila diterjemahkan kedalam bahasa indonesia artinya Selamat Malam
Sayangku. Dan dari saya, selamat malam Chelsea Olivia. Baik-baik ya disana.
Jangan lupa minum air putih biar gak lemes. Jangan lupa cukur bulu ketek
jikalau sudah mulai lebat. Berhentilah makan ketika sudah kenyang. Karena itu
tidak baik. Jangan lupa juga sama aku. Karena aku gak pernah lupa sama kamu.
Mungkin hanya menghilang. Tapi tidak melupakan. Oh ya itu gigi gingsulnya
jangan dipotong. Udah biar saja kaya gitu. Bagus. Dan lucu.
Twitter: @GEMDofficial
Instagram: @gemdofficial
Cek dan download lagunya disini: https://www.reverbnation.com/goodeveningmydear
Tuesday, 21 July 2015
Yang Penting Berkarya Ajalah Dulu
Dulu, pas saya SD saya paling
suka banget kalau disuruh guru untuk menulis cerita. Mungkin itu yang membuat
saya suka bercerita lewat tulisan. Soalnya menurut saya menulis itu asik. Dan
ada kebanggaan tersendiri juga kalau misalnya tulisan kita itu disukai orang
lain. Semua orang pasti bisa nulis. Semua orang punya cerita hidupnya
masing-masing. Cuman untuk menjadi tulisan kita enak dibaca, kita harus
melibatkan hati. Ya, kita harus menulis pake hati. Jangan cuma asal nulis. Hati
harus kita libatkan. Menulis sama saja ketika kita sedang berbicara. Ungkapin
aja semua pemikiran yang ada di kepala. Ga usah bingung mau nulis apa. Ga usah
bingung juga mau ngasih judul tulisannya apa. Judul kadang datang belakangan.
Ketika ada yang harus ditulis, ya udah tulis saja.
Sama halnya dalam membuat
lagu. Ketika saya membuat lagu, saya tidak pernah memikirkan judulnya. Judul
selalu belakangan. Jadi ketika lirik yang saya bikin sudah selesai, dan saya
rasa sudah cukup, baru judul akan muncul dengan sendirinya. Saya asal nyanyi
aja ketika mood sedang asik untuk bernyanyi. Untuk soal lirik,
saceplos-ceplosnya mulut saya saja. Seadanya aja yang keluar dari mulut saya.
Namun bedanya saya bikin lirik untuk lagu itu ga pernah berawal dari nulis dulu
baru dijadiin lagu. Saya bikin lirik untuk lagu itu selalu diiringi dengan
gitar. Bersamaan dengan gitar yang saya mainkan. Saya main gitar dan nyanyi
suka-suka mulut saya mau berucap apa. Dan itu spontan. Karena saya percaya dan
menyukai semua yang spontan, apa yang saat itu terpikir, ya udah hajar saja.
Soal hasil? toh saya tidak terbebani apapun, apalagi sampai punya tekanan jika
lagu yang saya buat harus disukai banyak orang. Mau hasilnya jelek atau bagus,
yang penting berkarya ajalah dulu.
Sunday, 19 July 2015
Tegal Skateboarding & Balkot Troops Present: "STREET GATHERING Vll"
Tegal Skateboarding & Balkot Troops Present:
"STREET GATHERING Vll"
19 JULI 2015 (hari ini) at Balkot Tegal, mulai dari jam 4 sore sampe beres.
"STREET GATHERING Vll"
19 JULI 2015 (hari ini) at Balkot Tegal, mulai dari jam 4 sore sampe beres.
-G.O.S
-Best Trick
-Best Trick spot
-Best Trick
-Best Trick spot
Supported by :
Brader Maker
Najasy
Rise Stuff
Skateshop Tegal
Fake store.id
Liberica
Whuzzup magz
Tegal skateboarding
Balkot Troops
Satpol pp
Brader Maker
Najasy
Rise Stuff
Skateshop Tegal
Fake store.id
Liberica
Whuzzup magz
Tegal skateboarding
Balkot Troops
Satpol pp
Selamat Menikah Teman
Pernikahan, adalah titik
sensitif yang tak pernah sederhana dalam perjalanan hidup seseorang. Tak peduli
kau komunis, anarkis, gembel, berandalan, punk, preman, hippies, boyband atau
bahkan militan dangdut dll. Setiap orang, siapa saja pasti akan memutuskan
untuk menikah.
Empat hari lagi, kau akan
menjadi seorang suami. Akan memiliki seorang istri. Dan yang lebih hebatnya
lagi, kau akan memiliki sepasang ayah dan ibu mertua. Selamat berbahagia kawan,
Sungguh, selamat bahagia. Bertahun-tahun kita gak pernah ketemu
semenjak kau meninggalkan
sebuah band Punk yang telah kita bangun bersama. Sebuah band yang dari pertama
kita belajar maen gitar terus langsung manggung. Musik pertama yang kita
mainkan 9 tahun silam diatas panggung membuat penonton saling adu jotos saat
bermoshing ria di arena moshpit. Tentu saja hal itu masih sangat saya ingat.
Gak bisa dilupakan begitu saja. Itu manisnya kenangan dalam menghargai ingatan.
Kita tumbuh bersama disebuah
kampung yang terkenal banyak orang-orang hebat. Tempat dimana kita selalu
berpendapat kita ini memang yang terhebat. Tempat dimana kita membeberkan
kesombongan kita di masa muda yang indah. Tempat dimana kita seharian main
musik terus menerus, sampai kita ngerasa band kita yang paling bagus sedunia,
dan band mereka yang paling jelek.
Mungkin saya terlalu sombong
dan gak pernah ngeluangin waktu untuk berkunjung ke rumahmu. Atau mungkin saya
terlalu sibuk dengan teman-teman saya dan kehidupan saya yang sekarang. Maafkan
aku teman, sungguh maafkan aku teman yang tak pernah berkunjung ke tempatmu
semenjak aku pindah rumah. Saat kemaren kau datang ke rumah mengantarkan
undangan pernikahanmu, saya pun tidak ada dirumah. Sekali lagi maafkan aku
teman, sungguh maafkan aku. Saya pasti akan datang di hari pernikahanmu nanti, menjabat
erat tangan mu dan memelukmu sekaligus meminta maaf padamu.
Selamat menikah teman.
Selamat berbahagia, Sungguh, selamat bahagia.
Friday, 17 July 2015
Insya Allah Dan Bismillah
Hari ini, hari sabtu 18 juli 2015. Bukan harimau ataupun hari supriyadi tetangga saya yang pernah saya ceritain waktu itu. Seseorang yang menyebalkan. Seseorang yang suka numpang berak di toilet rumah saya. Gak pernah nyiram dengan bersih sehabis nongkrong di jamban. Masih ada sisa-sisa yang ngambang. Itu yang membuat saya sebal sama dia. Seseorang yang suka numpang makan juga dirumah saya. Ya udah sih gpp. Dia baik juga orangnya. Suka memberi, membantu, dan suka menabung. Walaupun hasil tabungannya selalu dia jebol setiap minggunya. Suka mengintip Mba Sumi juga jikalau Mba Sumi sedang mandi. Kebetulan Mba Sumi itu janda dan Hari Supriyadi itu duda muda.
Saya bersyukur, alhamdulillah saya masih diberi hidup. Masih bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan sehabis shalat shubuh. Masih bisa merasakan hangatnya sinar matahari di pagi hari yang memang lagi dingin sekali. Masih bisa merasakan juga betapa indahnya hari raya idul fitri. Hari yang penuh dengan maaf-maafan. Mohon dimaafin jikalau saya punya salah sama kalian siapa saja yang sedang membaca tulisan ini. Bertemu dengan sanak saudara. Saudara yang saya kenal banget ataupun yang sama sekali gak saya kenal.
Hari ini juga, saya akan datang ke rumah calon mertua (jika boleh disebut seperti itu dan jika tidak gagal dan jika tuhan menghendaki dan dannya kebanyakan). Untuk silaturahmi dan agar mereka bisa lihat wujud saya seperti apa. Saya gak bisa mengklaim bahwa diri saya adalah orang baik. Baik itu relatif. Tapi mereka pasti bisa merasakan niat baik saya dengan datangnya saya ke rumah. Jujur saya takut, tapi bukan berarti saya gak berani juga. Saya berani, namun malu. Malu dengan keadaan saya yang kaya gini. Keadaan saya yang punya tattoo dileher. Dan itu akan menjadi pertanyaan untuk mereka dan menjadi penghalang untuk saya. Saya hanya bermodalkan bismillah dan niat baik saja.
Suatu hari, saya pernah melihat seorang pria sekujur badannya di tattoo. Pria itu dengan seorang istri yang cantik dan berjilbab. Menggendong sang anak yang lucu dan menggemaskan. Pengen rasanya saya cubit. Bukan pake tang tapi pake kelembutan tangan. Dengan seorang bapak dan ibu yang sepertinya bapak dan ibu itu adalah sang mertua dari si pria bertattoo itu. Saya memandangi mereka. Betapa bahagianya mereka. Saya mengambil kesimpulan: Seorang pria bertattoo itu pasti telah berjuang keras dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan wanita itu dan untuk mendapatkan restu dari bapak ibunya. Ya, saya memang harus berjuang keras dan sungguh-sungguh juga seperti pria itu untuk mendapatkan restu dari bapak dan ibunya wanita yang hari ini rumahnya mau saya datengin. Tapi hari ini saya dateng kerumahnya bukan untuk meminta restu. Cuma untuk tau respon mereka seperti apa ketika melihat saya.
Ini bukan soal kata cinta ataupun kata sayang. Bukan juga kata-kata "Aku suka kamu" bukan. Sungguh bukan soal itu. Tapi ini soal keyakinan, keseriusan, dan kemantapan hati. Aku yakin, aku serius, dan aku mantap insya allah kamulah jodoh ku. Dan sungguh ingin sekali aku jadikan kamu istri jikalau kamu mau menerima aku. Ini kedua kalinya aku bilang kaya gini sama kamu. Dua tahun yang lalu aku pernah bilang kaya gini. Tapi kamu takut. Kamu gak terlalu yakin. Kamu selalu terbayang sama masa lalu kamu yang membuat kamu pernah kecewa berat. Dan itu kamu jadikan pembelajaran untuk kedepannya. Gak semuanya orang itu sama. Semua orang beda-beda. Masa lalu kamu jangan dijadikann sesuatu yang menakutkan buat kamu. Buka hati kamu selebar-lebarnya bahwa ada seorang pria yang bener-bener ingin nyeriusin kamu sedari dulu. Sebelum saya bertemu dengan wanita klepto itu yang mengambil hatiku lalu dibuat hancur lebur berantakan dan kacau balau berkeping-keping tak karuan dan membuat hidupku seketika runyam. Ataupun wanita-wanita lainnya sebelum kamu.
Untuk masalah LDR memang susah. Tapi aku punya niat baik sama kamu. Orang yang punya niat baik insya allah akan dimudahkan dan diberi keyakinan. Namun tetap saja semua itu tergantung kamu dan tergantung restu dari bapak ibu kamu. Aku hanya bisa berusaha. Kalaupun jodoh pasti ada saja jalannya. Insya allah dan bismillah.
Saya bersyukur, alhamdulillah saya masih diberi hidup. Masih bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan sehabis shalat shubuh. Masih bisa merasakan hangatnya sinar matahari di pagi hari yang memang lagi dingin sekali. Masih bisa merasakan juga betapa indahnya hari raya idul fitri. Hari yang penuh dengan maaf-maafan. Mohon dimaafin jikalau saya punya salah sama kalian siapa saja yang sedang membaca tulisan ini. Bertemu dengan sanak saudara. Saudara yang saya kenal banget ataupun yang sama sekali gak saya kenal.
Hari ini juga, saya akan datang ke rumah calon mertua (jika boleh disebut seperti itu dan jika tidak gagal dan jika tuhan menghendaki dan dannya kebanyakan). Untuk silaturahmi dan agar mereka bisa lihat wujud saya seperti apa. Saya gak bisa mengklaim bahwa diri saya adalah orang baik. Baik itu relatif. Tapi mereka pasti bisa merasakan niat baik saya dengan datangnya saya ke rumah. Jujur saya takut, tapi bukan berarti saya gak berani juga. Saya berani, namun malu. Malu dengan keadaan saya yang kaya gini. Keadaan saya yang punya tattoo dileher. Dan itu akan menjadi pertanyaan untuk mereka dan menjadi penghalang untuk saya. Saya hanya bermodalkan bismillah dan niat baik saja.
Suatu hari, saya pernah melihat seorang pria sekujur badannya di tattoo. Pria itu dengan seorang istri yang cantik dan berjilbab. Menggendong sang anak yang lucu dan menggemaskan. Pengen rasanya saya cubit. Bukan pake tang tapi pake kelembutan tangan. Dengan seorang bapak dan ibu yang sepertinya bapak dan ibu itu adalah sang mertua dari si pria bertattoo itu. Saya memandangi mereka. Betapa bahagianya mereka. Saya mengambil kesimpulan: Seorang pria bertattoo itu pasti telah berjuang keras dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan wanita itu dan untuk mendapatkan restu dari bapak ibunya. Ya, saya memang harus berjuang keras dan sungguh-sungguh juga seperti pria itu untuk mendapatkan restu dari bapak dan ibunya wanita yang hari ini rumahnya mau saya datengin. Tapi hari ini saya dateng kerumahnya bukan untuk meminta restu. Cuma untuk tau respon mereka seperti apa ketika melihat saya.
Ini bukan soal kata cinta ataupun kata sayang. Bukan juga kata-kata "Aku suka kamu" bukan. Sungguh bukan soal itu. Tapi ini soal keyakinan, keseriusan, dan kemantapan hati. Aku yakin, aku serius, dan aku mantap insya allah kamulah jodoh ku. Dan sungguh ingin sekali aku jadikan kamu istri jikalau kamu mau menerima aku. Ini kedua kalinya aku bilang kaya gini sama kamu. Dua tahun yang lalu aku pernah bilang kaya gini. Tapi kamu takut. Kamu gak terlalu yakin. Kamu selalu terbayang sama masa lalu kamu yang membuat kamu pernah kecewa berat. Dan itu kamu jadikan pembelajaran untuk kedepannya. Gak semuanya orang itu sama. Semua orang beda-beda. Masa lalu kamu jangan dijadikann sesuatu yang menakutkan buat kamu. Buka hati kamu selebar-lebarnya bahwa ada seorang pria yang bener-bener ingin nyeriusin kamu sedari dulu. Sebelum saya bertemu dengan wanita klepto itu yang mengambil hatiku lalu dibuat hancur lebur berantakan dan kacau balau berkeping-keping tak karuan dan membuat hidupku seketika runyam. Ataupun wanita-wanita lainnya sebelum kamu.
Untuk masalah LDR memang susah. Tapi aku punya niat baik sama kamu. Orang yang punya niat baik insya allah akan dimudahkan dan diberi keyakinan. Namun tetap saja semua itu tergantung kamu dan tergantung restu dari bapak ibu kamu. Aku hanya bisa berusaha. Kalaupun jodoh pasti ada saja jalannya. Insya allah dan bismillah.
Tuesday, 7 July 2015
Antara Pengen Punya Pacar Dan Males Pacaran
Judul yang plin-plan. Kalau pengen punya pacar ya pengen punya pacar aja. Kalau males pacaran ya males pacaran aja. Jangan antara pengen punya pacar dan males pacaran. Saya bingung nulisnya. Nulisnya saya bingung. Seperti ingin berak tapi gak ada aer. Dan itu sungguh saya merasa bingung sekali. Nanti ceboknya pake apaan kalau gak ada aer?. Tapi okelah gpp. Itung-itung untuk ngelatih saya untuk hal tulis menulis. Padahal sebenernya saya bukan penulis. Awalnya saya hanya bikin lirik aja untuk lagu-lagu yang saya buat. Tapi saya suka nulis. Ahirnya membuat saya ingin menulis. Udah sih itu aja.
Jadi kemaren teman saya bbm saya untuk menulis tentang antara pengen punya pacar dan males pacaran. Pengen punya pacar lagi mungkin karena merindukan sosok perempuan yang bisa membuat dirinya ngerasa bahagia. Sudah ngerasa bosan jomblo juga udah 7 bulan lamanya. Jadi maklum aja kalau pengen punya pacar. Saya juga bosan sebenernya jomblo mulu. Kalau ada cewek yang mau sama saya aja udah bersyukur banget. Karena biasanya yang bisa mengerti saya itu ga banyak, dan memang saya orangnya ga bisa di tebak. Saya males kalau harus nemenin cewek saya shoping. Terus ke salon. Ribet. Setidaknya itu menurut mantan pacar saya yang nyerah terus minta putus :D
Dan kalau untuk ngerasa males pacaran mungkin karena pernah ngalamin beberapa kali pacaran yang pada akhirnya membuat berpikir kok ngerasa buang-buang waktu saja. Merasa di ribetin sama urusan pacaran. Di ribetin sama kewajiban ngabarin pacar lewat sms, bbm, atau telpon. Biasanya kan gitu, ga dihubungi sehari aja marah-marahnya bisa sampai seminggu. Mungkin itu yang membuat males pacaran. Atau mungkin juga karena pernah disakitin terlalu dalam. Lagi ngerasa sayang-sayangnya malah diputusin. Kaya teman saya itu. Ridho namanya :D haha
Pernah ada seorang pria menangis akibat patah hati. Lalu ada yang berkomentar: “Hanya karena persoalan cinta aja sampe nangis gitu, cemen lu, loyo juga sama letih lesu. Minum aja jamu komplit. Lu kan cowok. Masa nangis cuma gara-gara cewek sih. Malu2in aja.”
Saya jelas merasa keberatan atas komentar yang seperti itu. Persoalan cinta, tidak seharusnya disandingkan dengan kata-kata “hanya”.
Mungkin yang komentar itu tidak pernah tahu rasanya jatuh cinta, mungkin dia pernah disakiti tapi tidak terlalu dalam sehingga hanya berujung pada kesinisan, mungkin juga dia hanya sok tahu. Tapi saya tahu. Karena saya pernah ngalamin seperti yang teman saya alamin itu. Menangis karena soal cinta. Ah sial jadi curhat bebas terbuka gini.
Setelah sang kekasihnya pergi dan hatinya teman saya itu berkeping-keping :D, dalam waktu yang cukup lama mungkin patah hati terburuknya dia, saya yakin dari situ dia pasti telah belajar banyak hal. Hikmahnya pun pasti ada. Dan itu yang membuat ngerasa males pacaran. Ngerasa hanya buang-buang waktu saja. Terlebih udah di umur yang cukup matang gini yang diharuskan harus lebih serius lagi dalam berpacaran. Karena pacaran itu untuk menikah. Bukan hanya untuk nafsu-nafsu birahian saja.
Jadi kesimpulannya: Jangan bodoh untuk soal cinta. Namun celakanya, banyak orang-orang yang selalu memilih untuk menjadi bodoh!. Yang penting yakin aja kalau jodoh itu ga kemana. Udah sih itu aja.
Nb: Sebelumnya terima kasih banyak Dho sudah menyuruh saya untuk menulis tentang antara pengen punya pacar dan males pacaran. Sudah membuat saya berfikir untuk menjadi tulisan di blog saya yang gak penting ini.
Oya kalau kalian telat sahur dan merasa gak sempet makan, minumlah air putih sebanyak mungkin. Setidaknya dengan meminum cairan yang banyak kalian terhindar dari dehirdrasi saat ber aktivitas, karna dehirdrasi akan sangat mengganggu aktivitas kerja kalian.
Untuk anak kos, di saran kan minum pelan pelan pakai gelas tidak langsung di kokop dari galon nya, Karna beresiko cidera bibir berkelanjutan. Terima kasih atas waktunya untuk membaca tulisan ini. Selamat malam dan selamat tidur.
Jadi kemaren teman saya bbm saya untuk menulis tentang antara pengen punya pacar dan males pacaran. Pengen punya pacar lagi mungkin karena merindukan sosok perempuan yang bisa membuat dirinya ngerasa bahagia. Sudah ngerasa bosan jomblo juga udah 7 bulan lamanya. Jadi maklum aja kalau pengen punya pacar. Saya juga bosan sebenernya jomblo mulu. Kalau ada cewek yang mau sama saya aja udah bersyukur banget. Karena biasanya yang bisa mengerti saya itu ga banyak, dan memang saya orangnya ga bisa di tebak. Saya males kalau harus nemenin cewek saya shoping. Terus ke salon. Ribet. Setidaknya itu menurut mantan pacar saya yang nyerah terus minta putus :D
Dan kalau untuk ngerasa males pacaran mungkin karena pernah ngalamin beberapa kali pacaran yang pada akhirnya membuat berpikir kok ngerasa buang-buang waktu saja. Merasa di ribetin sama urusan pacaran. Di ribetin sama kewajiban ngabarin pacar lewat sms, bbm, atau telpon. Biasanya kan gitu, ga dihubungi sehari aja marah-marahnya bisa sampai seminggu. Mungkin itu yang membuat males pacaran. Atau mungkin juga karena pernah disakitin terlalu dalam. Lagi ngerasa sayang-sayangnya malah diputusin. Kaya teman saya itu. Ridho namanya :D haha
Pernah ada seorang pria menangis akibat patah hati. Lalu ada yang berkomentar: “Hanya karena persoalan cinta aja sampe nangis gitu, cemen lu, loyo juga sama letih lesu. Minum aja jamu komplit. Lu kan cowok. Masa nangis cuma gara-gara cewek sih. Malu2in aja.”
Saya jelas merasa keberatan atas komentar yang seperti itu. Persoalan cinta, tidak seharusnya disandingkan dengan kata-kata “hanya”.
Mungkin yang komentar itu tidak pernah tahu rasanya jatuh cinta, mungkin dia pernah disakiti tapi tidak terlalu dalam sehingga hanya berujung pada kesinisan, mungkin juga dia hanya sok tahu. Tapi saya tahu. Karena saya pernah ngalamin seperti yang teman saya alamin itu. Menangis karena soal cinta. Ah sial jadi curhat bebas terbuka gini.
Setelah sang kekasihnya pergi dan hatinya teman saya itu berkeping-keping :D, dalam waktu yang cukup lama mungkin patah hati terburuknya dia, saya yakin dari situ dia pasti telah belajar banyak hal. Hikmahnya pun pasti ada. Dan itu yang membuat ngerasa males pacaran. Ngerasa hanya buang-buang waktu saja. Terlebih udah di umur yang cukup matang gini yang diharuskan harus lebih serius lagi dalam berpacaran. Karena pacaran itu untuk menikah. Bukan hanya untuk nafsu-nafsu birahian saja.
Jadi kesimpulannya: Jangan bodoh untuk soal cinta. Namun celakanya, banyak orang-orang yang selalu memilih untuk menjadi bodoh!. Yang penting yakin aja kalau jodoh itu ga kemana. Udah sih itu aja.
Nb: Sebelumnya terima kasih banyak Dho sudah menyuruh saya untuk menulis tentang antara pengen punya pacar dan males pacaran. Sudah membuat saya berfikir untuk menjadi tulisan di blog saya yang gak penting ini.
Oya kalau kalian telat sahur dan merasa gak sempet makan, minumlah air putih sebanyak mungkin. Setidaknya dengan meminum cairan yang banyak kalian terhindar dari dehirdrasi saat ber aktivitas, karna dehirdrasi akan sangat mengganggu aktivitas kerja kalian.
Untuk anak kos, di saran kan minum pelan pelan pakai gelas tidak langsung di kokop dari galon nya, Karna beresiko cidera bibir berkelanjutan. Terima kasih atas waktunya untuk membaca tulisan ini. Selamat malam dan selamat tidur.
Monday, 6 July 2015
On progress...On Air Soon...GITV TV Tegal..
Re-post dari Tegal Keminclong
Moncer Kotane ( Tegal Laka-Laka ) > Komunitas Wonk2 Tegal https://www.facebook.com/tegalkemoncer?fref=ts
On progress...On Air
Soon...Mohon dukungan seluruh warga masyarakat Tegal...Agar Lancar mengudara,
GITV TV Tegal, media TV yang akan mengakomodir harapan masyarakat tegal. Music
Box salah satu acara yang sudah ready. progress baru 75% kendala Budget utk
pngadaan Tower Siar dan masih mencari investor dan sponsor.
Selain Musicbox ada juga
program yang lagi produksi yaitu Niliki pawon, dolanan bocah, ndospok bareng,
panggonan medeni, lapak kita, magic, dangdut superstar pantura dll.
Pic : Oksidores.
Like page GITV Tegal » https://www.facebook.com/gitvtegal?fref=ts
Colonyal Rawkus Present: PANTURA ATTACK #2
Colonyal Rawkus Present: PANTURA ATTACK #2
Menampilkan:
UNDER 18 ( bdg )
TRYNG TO RISE
NECROLOGY
FAT RANDY
3 HANDSOME MAN
MOM IS HERO
ALMOST FALL
BE(LI)VE
BANASPATI
INDOMARET HC
CHOURS OF DEATH
SPARODIC ATTACK
RAISON FOR TONIGHT
ENDSTAGE
PANGON HC
Welcome sponsor 100k
6 september 2015 at Purin
Tegal
Open tiket presale 1 july -
31 july 20k + masuk Purin
Info: pin 2A0A0DA7.call
085786888119 Ugi Rawkus Merch
Arti Tattoo Dileher Saya
Suatu malam, tepat pada malam minggu. Ketika suasana disebuah tongkrongan atau scene tempat biasa buat saya dan teman-teman saya untuk maen skate, tempat untuk kita bersenang-senang, berkumpul, bercanda, dan tertawa. Menjadi jenuh dan membosankan saat satu per satu teman-teman pergi untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Mungkin cape. Ingin segera meniduri kasur kesayangannya yang penuh dengan mimpi. Mungkin malamnya memang sudah terlalu malam. Atau mungkin bete karena hp nya mati. Lalu pulang dengan alasan ingin segera mencharger hpnya. Kemudian langsung menghubungi kekasihnya yang sudah berjam-jam dicuekin. Dan sudah diduain dengan
papan berodanya yang bisa bikin lebih fun. Kenapa harus pulang? Kenapa ga
nongkrong2 dulu disini? Becandaan sambil minum-minum. Minum susu bukan minum
alkohol. Apalagi minum air kobokan. Jangan. Karena itu jorok. Basa basi ngobrol
apa saja. Mending jorok yang ini aja yang bisa bikin kita seger, semisal kita
bicara soal Mba Sri yang montok dan semok itu. Yang mungkin bisa bikin kita
mupeng atau konak. Dan membuat kita menggambar secara diam-diam sambil
membayangkan Mba Sri. Lalu timbul lah candaan konyol yang akan membuat
kebersamaan kita semakin hangat sehangat kita membayangkan bisa membelai
rambutnya Mba Sri yang hitam dan panjang itu.
Saya masih betah untuk berada
di tempat itu. Tempat yang pada dasarnya tidak pernah membosankan buat saya.
Mungkin buat teman-teman yang lain juga. Mereka pulang karena mereka ingin
pulang. Dan mungkin memang lagi ga mood untuk nongkrong. Saya tidak bisa
memaksa mereka untuk tetap ditempat itu. Tapi Saya belum pengen pulang. Karena
saya bosan dengan hari-hari atau kehidupan yang mungkin terasa sangat monoton.
Semonoton saat kalian merasa hidup kalian lurus-lurus saja. Atau semonoton saat
kalian mengeluh atas kejombloan panjang kalian yang ga kunjung punya pacar.
Kejombloan yang membuat tidur kalian lebih lelap dan lebih dalam. Sehingga
kalian telat untuk bangun sahur karena ga ada yang ngebangunin.
Lalu saya putuskan untuk
bermain skateboard sampai malem. Gak peduli orang mau berkata: "Gak cape
apa dari sore sampai malem masih maenan skate mulu" Bolehkah saya
menjawab: "yang penting gak maenin perasaan perempuan aja".
Namun apalah daya mau ga mau
saya juga harus ikut cabut karena suasana sudah mulai sepi dan ga asik. Saya
pulang mengendarai motor yang biasa saya kendarai. Memakai helm warna putih
yang biasa saya pakai. Karena helm saya memang hanya itu. Saya bukan orang yang
besar kepala. Buktinya kepala saya muat memakai helm saya yang kecil itu. Dalam
artian saya bukan orang yang sombong. Saya menyapa orang yang saya kenal. Atau
disaat saya tidak menyapa orang yang saya kenal ketika bertemu disuatu tempat,
di gigs misalnya, itu karena dia buang muka seolah-olah dia ga mau saya sapa.
Lalu saya menyapa seorang teman yang berpapasan di jalan. Tapi dia hanya diam
saja. Mungkin dia tidak melihat saya atau apa saya ga tahu. Mungkin dia
mengendarai sambil merem. Kalau dia mengendarai sambil merem pasti dia nabrak.
Atau mungkin dia tidak mendengar bahwa saya memanggil nama dia karena kuping
dia sedang asik mendengarkan lagu yang ada diheadsetnya. Dan dia pun
mengendarai motornya dengan sangat kencang. Mungkin sedang terburu-buru untuk
menemui sang jamban. Dalam artian dia sudah kebelet untuk berak. Lupakan
masalah teman saya yang itu. Dia memang benar-benar tidak melihat. Bukan karena
dia buta. Tapi memang ga ngeliat saya yang berada didepannya pas itu.
Disini saya akan bicara
mengenai arti tattoo yang ada di leher saya. Maaf saya terlalu terbelit-terbelit
untuk menceritakan sebelum ahirnya sampai pada pembahasan tattoo ini. Sebuah
tattoo yang menggambarkan skatebord yang patah. Tersisa satu truck dan terisisa
dua wheels atau ban. Yang dimana skateboard yang patah itu masih bisa bersama
atau nyatu meskipun patah. Meskipun ga bisa utuh seperti semula. Paling eggak
satu sisi skateboard yang lain masih bisa menemani untuk saya simpan dalam
lemari. Atau bila perlu saya simpan dalam hati. Yang satu saya simpan dan yang
satunya lagi saya gambarkan dileher saya ini. Ga seperti seseorang yang
memutuskan pacarnya lalu putus hubungan dan tidak terkoneksi dengan baik lagi.
Kurang lebih seperti itu dan lebih kurang kaya gitu. Suka-suka saya saja dalam
mengartikan semua ini. Sebuah tattoo yang akan menjadi penghalang buat saya
ketika saya harus menemui calon mertua saya nanti yang mungkin akan
mempermasalahkan masalah tattoo saya ini. Tapi tidak terlalu saya pikirkan.
Karena tuhan maha baik. Semua pasti akan berjalan lancar dan baik-baik saja.
Silahkan diminum dulu tehnya. Maaf jikalau tehnya kurang manis. Karena yang manis-manis tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Yang manis-manis selalu saja menyisakan yang pahit-pahit. Dan ini ada sedikit cemilan silahkan dimakan. Maaf juga kalau ini hanya tawaran imajiner saja antara saya dan kalian. Datang saja ke rumah. Kalau ga nyasar jangan lupa mampir. Terima kasih sudah setia membaca tulisan-tulisan yang saya buat. Salam hangat dari saya. Terima kasih. Bacalah doa sebelum tidur.
Subscribe to:
Posts (Atom)