Dulu, pas saya SD saya paling
suka banget kalau disuruh guru untuk menulis cerita. Mungkin itu yang membuat
saya suka bercerita lewat tulisan. Soalnya menurut saya menulis itu asik. Dan
ada kebanggaan tersendiri juga kalau misalnya tulisan kita itu disukai orang
lain. Semua orang pasti bisa nulis. Semua orang punya cerita hidupnya
masing-masing. Cuman untuk menjadi tulisan kita enak dibaca, kita harus
melibatkan hati. Ya, kita harus menulis pake hati. Jangan cuma asal nulis. Hati
harus kita libatkan. Menulis sama saja ketika kita sedang berbicara. Ungkapin
aja semua pemikiran yang ada di kepala. Ga usah bingung mau nulis apa. Ga usah
bingung juga mau ngasih judul tulisannya apa. Judul kadang datang belakangan.
Ketika ada yang harus ditulis, ya udah tulis saja.
Sama halnya dalam membuat
lagu. Ketika saya membuat lagu, saya tidak pernah memikirkan judulnya. Judul
selalu belakangan. Jadi ketika lirik yang saya bikin sudah selesai, dan saya
rasa sudah cukup, baru judul akan muncul dengan sendirinya. Saya asal nyanyi
aja ketika mood sedang asik untuk bernyanyi. Untuk soal lirik,
saceplos-ceplosnya mulut saya saja. Seadanya aja yang keluar dari mulut saya.
Namun bedanya saya bikin lirik untuk lagu itu ga pernah berawal dari nulis dulu
baru dijadiin lagu. Saya bikin lirik untuk lagu itu selalu diiringi dengan
gitar. Bersamaan dengan gitar yang saya mainkan. Saya main gitar dan nyanyi
suka-suka mulut saya mau berucap apa. Dan itu spontan. Karena saya percaya dan
menyukai semua yang spontan, apa yang saat itu terpikir, ya udah hajar saja.
Soal hasil? toh saya tidak terbebani apapun, apalagi sampai punya tekanan jika
lagu yang saya buat harus disukai banyak orang. Mau hasilnya jelek atau bagus,
yang penting berkarya ajalah dulu.
No comments:
Post a Comment