Good Evening My Dear atau
disingkat GEMD adalah sebuah band bergenre power of love punk dari Sidapurna,
Tegal. Simplenya sih pop punk. Materi music ala remaja masa kini, dengan nada
cinta labil yang di balut besutan nada ceria dan keras ala dedikasi sebuah
punk. Dari telinga turun ke hati dari hati turun ke nada. Band yang berdiri
pada tahun 2013 ini siap slalu berdiri dan berkarya untuk sesama bukan karna
gemilang cap artis semata. "Dikutip langsung dari fanspagenya mereka"
Sebuah band yang dibentuk
oleh
Fahmi Amirudin Zein a.k.a
uluy sebagai vocal, Usman sebagai gitar, Agustian Widagdo a.k.a Capri sebagai
bass, Ryza Febriansyah a.k.a Eja sebagai keyboard/synth, Widy Winarto a.k.a
Widi sebagai drum. Dan saya sendiri disini sebagai penulis bukan partai hore,
bukan tukang parkir, dan bukan juga dukun cabul. Dalam waktu luang ditengah
malam yang kadang terasa sangat menyebalkan yang membuat saya teringat sama
pacar orang sebelum tidur. Atau teringat sama Chelsea Olivia yang jauh disana.
Untuk sekedar menumpahkan pemikiran lewat tulisan sebelum saya beristirahat
memejamkan mata lalu bermimpi tentang kebosanan hidup dalam soal percintaan. Ah
cinta. Apa sih cinta? Jujur saya sendiri geli nulisnya. Hidup yang cenderung
banal dan membosankan. Kebosanan hidup dalam percintaan yang mungkin dari dulu
sampai sekarang selalu gagal. Tapi saya selalu menertawakan kegagalan yang saya
punya dalam hal cinta-mencinta. Justru membuat saya lebih sehat secara mental.
Saya akan me-review lagu baru
mereka yang berjudul "Rangkaian Cerita". Ahirnya mereka nepatin janji
juga untuk mengeluarkan single terbarunya di tahun 2015 ini setelah sekian lama
banyak teman-teman yang bertanya dan menunggu. Lagu yang menceritakan sisi lain
dari sebuah hubungan. Bukan hanya mewakili satu orang. Tapi semua dari player
GEMD (katanya). Pada lagu ini, pengartiannya bisa dihubungkan dengan keadaan
ketika putus cinta. "Disaat hujan mulai memisahkan kita, Kau hitamkan
semua rangkaian cerita. Kau biarkan disini ku menunggu dalam gelapnya sorot
matamu" sebuah lirik yang menggambarkan seseorang yang diacuhkan begitu
saja ketika sudah putus dengan pujaan hatinya. "Kau gores kenangan kita
berdua yang hanya kau anggap semua biasa saja. Halus senyummu yang memulai
memudar seakan kau tak ingin ku gapai. Terdiam ku dibawah lukisan malam
berlebur bintang. Sebuah harapan tertutup setelah kepergianmu" dibagian
lirik yang itu menggambarkan tentang seseorang yang benar-benar ingin pergi
dari kehidupan kita, meninggalkan cerita indah yang pernah dirangkai bersama. Tugas
kita, biarkan saja dia pergi. Lepaskan. Karena dia memang ingin lepas dari
kita. Jangan lantas memohon untuk meminta tetap bersama. Simplenya sih putus
karena ya bukan jodoh aja sih. Jadi sekeras apapun memaksa, yang didapat ya
hanya kecewa, karena memang bukan pasangannya. Kalaupun jodoh, suatu saat pasti
bakalan balik lagi. Karena jodoh itu memang gak kemana.
Sampai pada ahirnya merasa
sadar dan ikhlas dan menghadiahkan sebuah doa dalam lirik "Disaat kau
melangkah menjauh meninggalkan diriku bersama bayanganmu, ku harap kau akan
baik-baik saja walau ku tak bisa memilikimu selamanya" yang jelas tentu
akan baik-baik saja. Karena setelahnya hari-hari ya memang akan berjalan
baik-baik saja. Yang penting setelahnya bagaimana ketika waktu yang terus berjalan
itu tidak akan menunggu kita. Karena rasanya sayang sekali jika hanya dipakai
untuk meratapi hal yang bisa membuat kita menjadi bodoh dan lemah ketika kita
masih mengharapkan seorang mantan yang jelas-jelas udah pergi meninggalkan
kita.
Dan di lagu mereka yang ini
sepertinya tidak sesuai dengan biografi yang mereka tulis deh: "Materi
music ala remaja masa kini, dengan nada cinta labil yang di balut besutan nada
ceria dan keras ala dedikasi sebuah punk". Lagunya melow, galau, dan
mungkin terlalu lembek hehe. Tidak seperti lagu mereka yang berjudul
"Terkenang Terhempas" di lagu itu mereka benar-benar sesuai dengan
biografi mereka. Nada yang ceria, fun, dan keras. Mengangkat tema percintaan
yang menyampaikannya dengan kata-kata mereka sendiri, tidak perlu harus puitis.
Dan saya suka. Tapi pada dasarnya sebuah karya itu memang bebas sih. Suka-suka
si penciptanya aja mau bikin lagu seperti apa. Entah itu mau terdengar cemen,
lembek, loyo, lemah, letih, lesu, dan itu semua hanya ada dalam ramuan jamu
komplit. Saya selalu ingat jelas ketika ada orang yang bilang bahwa musik Pop
Punk itu musik yang lembek. Musik yang cengeng. Lagi-lagi lagunya tema cinta
dan cinta melulu. Ya terserah mereka saja mau mengartikan musik Pop Punk itu
seperti apa.
Pop Punk itu mungkin bisa
dibilang musik yang ramah. Lyricnya lebih membahas tentang hubungan antar
individu, seperti pacar, keluarga, dan kejadian sehari-hari yang lebih umum.
Dan bisa diterima oleh semua kalangan. Setiap orang berhak membuat suatu karya,
baik itu anda, dia, mereka atau siapapun, termasuk saya. Karena kita semua
mempunyai rasa, pengalaman, dan daya hayal yang bisa kita tuangkan dalam bentuk
seni yang ingin kita ceritakan dalam bentuk media apapun, salah satunya lewat
musik.
Ahir kata, saya cukup
terhanyut dalam lagu "Rangkaian Cerita". Atau jika saya mendengarkan
lagu itu dipinggir kali atau sungai mungkin akan membuat saya mendadak tenggelem,
terhanyut terbawa arus karena mungkin saking dalamnya lagu itu. Saat saya nulis
ini, saya pun sedang mendengarkannya. Bagaimanapun, lagu "Rangkaian
Cerita" memang bagus. Cara penyampainnya yang tulus dan begitu sangat
dalam sekali ketika menyanyikannya. Sukses selalu buat Good Evening My Dear
yang bila diterjemahkan kedalam bahasa indonesia artinya Selamat Malam
Sayangku. Dan dari saya, selamat malam Chelsea Olivia. Baik-baik ya disana.
Jangan lupa minum air putih biar gak lemes. Jangan lupa cukur bulu ketek
jikalau sudah mulai lebat. Berhentilah makan ketika sudah kenyang. Karena itu
tidak baik. Jangan lupa juga sama aku. Karena aku gak pernah lupa sama kamu.
Mungkin hanya menghilang. Tapi tidak melupakan. Oh ya itu gigi gingsulnya
jangan dipotong. Udah biar saja kaya gitu. Bagus. Dan lucu.
Twitter: @GEMDofficial
Instagram: @gemdofficial
Cek dan download lagunya disini: https://www.reverbnation.com/goodeveningmydear
No comments:
Post a Comment