Followers

Sunday, 19 July 2015

Selamat Menikah Teman

Pernikahan, adalah titik sensitif yang tak pernah sederhana dalam perjalanan hidup seseorang. Tak peduli kau komunis, anarkis, gembel, berandalan, punk, preman, hippies, boyband atau bahkan militan dangdut dll. Setiap orang, siapa saja pasti akan memutuskan untuk menikah.

Empat hari lagi, kau akan menjadi seorang suami. Akan memiliki seorang istri. Dan yang lebih hebatnya lagi, kau akan memiliki sepasang ayah dan ibu mertua. Selamat berbahagia kawan, Sungguh, selamat bahagia. Bertahun-tahun kita gak pernah ketemu
semenjak kau meninggalkan sebuah band Punk yang telah kita bangun bersama. Sebuah band yang dari pertama kita belajar maen gitar terus langsung manggung. Musik pertama yang kita mainkan 9 tahun silam diatas panggung membuat penonton saling adu jotos saat bermoshing ria di arena moshpit. Tentu saja hal itu masih sangat saya ingat. Gak bisa dilupakan begitu saja. Itu manisnya kenangan dalam menghargai ingatan.

Kita tumbuh bersama disebuah kampung yang terkenal banyak orang-orang hebat. Tempat dimana kita selalu berpendapat kita ini memang yang terhebat. Tempat dimana kita membeberkan kesombongan kita di masa muda yang indah. Tempat dimana kita seharian main musik terus menerus, sampai kita ngerasa band kita yang paling bagus sedunia, dan band mereka yang paling jelek.

Mungkin saya terlalu sombong dan gak pernah ngeluangin waktu untuk berkunjung ke rumahmu. Atau mungkin saya terlalu sibuk dengan teman-teman saya dan kehidupan saya yang sekarang. Maafkan aku teman, sungguh maafkan aku teman yang tak pernah berkunjung ke tempatmu semenjak aku pindah rumah. Saat kemaren kau datang ke rumah mengantarkan undangan pernikahanmu, saya pun tidak ada dirumah. Sekali lagi maafkan aku teman, sungguh maafkan aku. Saya pasti akan datang di hari pernikahanmu nanti, menjabat erat tangan mu dan memelukmu sekaligus meminta maaf padamu.


Selamat menikah teman. Selamat berbahagia, Sungguh, selamat bahagia. 

No comments:

Post a Comment