Pernikahan, adalah titik
sensitif yang tak pernah sederhana dalam perjalanan hidup seseorang. Tak peduli
kau komunis, anarkis, gembel, berandalan, punk, preman, hippies, boyband atau
bahkan militan dangdut dll. Setiap orang, siapa saja pasti akan memutuskan
untuk menikah.
Empat hari lagi, kau akan
menjadi seorang suami. Akan memiliki seorang istri. Dan yang lebih hebatnya
lagi, kau akan memiliki sepasang ayah dan ibu mertua. Selamat berbahagia kawan,
Sungguh, selamat bahagia. Bertahun-tahun kita gak pernah ketemu
semenjak kau meninggalkan
sebuah band Punk yang telah kita bangun bersama. Sebuah band yang dari pertama
kita belajar maen gitar terus langsung manggung. Musik pertama yang kita
mainkan 9 tahun silam diatas panggung membuat penonton saling adu jotos saat
bermoshing ria di arena moshpit. Tentu saja hal itu masih sangat saya ingat.
Gak bisa dilupakan begitu saja. Itu manisnya kenangan dalam menghargai ingatan.
Kita tumbuh bersama disebuah
kampung yang terkenal banyak orang-orang hebat. Tempat dimana kita selalu
berpendapat kita ini memang yang terhebat. Tempat dimana kita membeberkan
kesombongan kita di masa muda yang indah. Tempat dimana kita seharian main
musik terus menerus, sampai kita ngerasa band kita yang paling bagus sedunia,
dan band mereka yang paling jelek.
Mungkin saya terlalu sombong
dan gak pernah ngeluangin waktu untuk berkunjung ke rumahmu. Atau mungkin saya
terlalu sibuk dengan teman-teman saya dan kehidupan saya yang sekarang. Maafkan
aku teman, sungguh maafkan aku teman yang tak pernah berkunjung ke tempatmu
semenjak aku pindah rumah. Saat kemaren kau datang ke rumah mengantarkan
undangan pernikahanmu, saya pun tidak ada dirumah. Sekali lagi maafkan aku
teman, sungguh maafkan aku. Saya pasti akan datang di hari pernikahanmu nanti, menjabat
erat tangan mu dan memelukmu sekaligus meminta maaf padamu.
Selamat menikah teman.
Selamat berbahagia, Sungguh, selamat bahagia.
No comments:
Post a Comment